Presiden Percepat Realisasi Hasil Lawatan dari Arab Saudi

Penulis: Rudy Polycarpus Pada: Kamis, 18 Apr 2019, 16:45 WIB Humaniora
Presiden Percepat Realisasi Hasil Lawatan dari Arab Saudi

ANTARA
Presiden Joko Widodo pimpin rapat terbatas di Istana Merdeka

PRESIDEN Joko Widodo langsung menggelar rapat terbatas di Istana Merdeka, Kamis (18/4). Rapat tersebut guna menindaklanjuti hasil lawatan Presiden ke Arab Saudi awal pekan ini.

"Pertama, yang berkaitan tambahan 10 ribu kuota untuk calon jemaah haji kita. Kedua, berkaitan dengan keinginan peningkatan investasi Arab Saudi ke Indonesia," ujarnya.

Presiden meminta kedua hal tersebut segera ditindaklanjuti secepatnya. "Saudi ingin kerja sama dan menjadikan negara kita sebagai hub bagi industri petrokimia," tandasnya.

Rapat itu dihadiri sejumlah pembantu presiden, antara lain, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani.

Baca juga: Distribusi Tambahan Kuota Haji Harus Adil dan Transparan

Kemudian, ada juga Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. Hadir pula Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Kepala BKPM Thomas Lembong.

Lukman mengatakan, kementeriannya siap menyambut penambahan kuota jamaah haji. Penambahan anggaran tersebut saat ini sedang dikaji besarannya. Sebagian dananya ditalangi oleh BPKH dan sebagian lagi dari Kementerian Agama.

"Dan sisanya nanti sumbernya dari APBN yang nilai pastinya akan kita rapatkan bersama komisi 8 DPR. Mudah-mudahan pekan depan jadi konkritnya angka-angka yang muncul, baru saatnya ketika rapat kerja bersama," tandasnya. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More