Ma'ruf Amin: Masyarakat Semakin Paham Politik

Penulis: Antara Pada: Kamis, 18 Apr 2019, 16:30 WIB Politik dan Hukum
Ma

MI/USMAN ISKANDAR
Calon Wakil Presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin (kiri) bersama istri Wury Estu Handayani

CAWAPRES Ma'ruf Amin menilai banyaknya persentase partisipasi publik dalam pemilu 2019 menunjukkan masyarakat Indonesia semakin mengerti politik dan memiliki tanggung jawab untuk menentukan pemimpin masa depan.

"Berarti kan masyarakat kita semakin mengerti politik dan semakin memiliki tanggung jawab untuk ikut menentukan pemimpin di masa depan," kata Ma'ruf Amin di Jakarta, Kamis (18/4).

Dia mengatakan tingginya partisipasi publik yang mencapai 81%, menjadi pelajaran penting bahwa masing-masing pihak memang memiliki keinginan memilih pemimpin, selain itu hal ini juga disebabkan keberhasilan seluruh pihak dalam mengajak masyarakat berpartisipasi dalam pemilu.

"Ini sebagai keberhasilan kita mengajak masyarakat berpartisipasi dalam setiap tingkatan pemilu karena jangan sampai ada pihak yang golput, acuh terhadap negaranya, terlebih kaum muda," jelas dia.

Baca juga: Kapolri: Jangan Ada Mobilisasi Massa Sikapi Hasil Pemilu

Adapun Ma'ruf menyatakan dirinya bersama Jokowi enggan mendeklarasikan kemenangan meski hitung cepat lembaga survei menunjukkan kemenangan keduanya karena menunggu hasil penghitungan resmi KPU soal hasil pemilu serentak 2019.

Dia mengatakan hasil hitung cepat lembaga survei memang hampir jarang meleset dari penghitungan resmi. Namun dirinya bersama Jokowi dan tim ingin menghormati lembaga yang memiliki kompetensi untuk memberikan pengumuman, yakni KPU.

"Kalau kita menyatakan menang sebelum pengumuman resmi, kayaknya kok tidak etis. Walaupun orang semua sudah tahu kalau quick count itu biasanya itu yang terjadi," ujar dia. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More