Sandiaga tidak Mungkin Kembali Jadi Wagub DKI

Penulis: M Iqbal Al Machmudi Pada: Kamis, 18 Apr 2019, 16:15 WIB Politik dan Hukum
Sandiaga tidak Mungkin Kembali Jadi Wagub DKI

ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno

SANDIAGA Salahuddin Uno dinilai tidak mungkin kembali lagi menjadi wakil gubernur bila kalah dalam perhelatan pemilihan umum capres-cawapres.

Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Abdurahman Suhaimi, mengatakan hingga kini semua pihak masih menunggu perolehan hasil real count pemilihan umum, dan jangan berandai-andai negatif dan harus berfikir positif.

Selain itu Suhaimi menegaskan saat ini DPRD DKI sudah fokus kepada kandidat calon wakil gubernur yang sudah ada, yaitu Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu.

"Kita tunggu hasilnya sesuai dengan aturan KPU dan soal wagub sudah ada aturannya. Kita tak usah berandai-andai negatif kita harus positif, dan DKI sudah fokus dua wakil untuk saat ini," kata Suhaimi saat dihubungi, Jakarta, Kamis (18/4).

Ia juga menyarankan selalu mengacu pada aturan dari KPU mengenai tata cara pemilihan wakil gubernur.

Baca juga: Misteri Keberadaan Sandiaga Ramai Dibicarakan Warganet

Hal yang senada juga diungkapkan oleh Ketua Fraksi Partai NasDem, Bestari Barus, mengatakan untuk tahapan cawagub lebih baik menunggu hasil dari Pemilu ini.

Hal tersebut disarankan agar tidak melahirkan asumsi yang tidak benar di masyarakat dan lebih mengikuti proses di DPRD DKI terkait calon wakil gubernur.

"Saat ini sebaiknya tunggu tahapan pembuatan pansus pemilihan Cawagub DKI Jakarta," kata Bestari Barus.

Pemilihan Calon Wakil Gubernur DKI akan kembali dilanjutkan setelah Pemilu selesai.

Terdapat aturan dalam pencalonan wakil gubernur yaitu terdapat dalam Pasal 170 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More