BPN Imbau Pendukung tidak Anarkis

Penulis: Rahmatul Fajri Pada: Rabu, 17 Apr 2019, 18:00 WIB Politik dan Hukum
BPN Imbau Pendukung tidak Anarkis

ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/ama/17.
JURU bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Dahnil Anzar Simanjuntak

JURU bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Dahnil Anzar Simanjuntak meminta semua pendukung kubu 02 tidak bersikap anarkis dalam menghadapi setiap informasi soal Pilpres 2019 yang berseliweran di media massa dan media sosial.

Dahnil mengatakan sikap tersebut penting, lantaran bisa menunda kemenangan yang diraih Prabowo-Sandi nantinya.

"Teman relawan tidak bersikap anarksis, tetap tenang, santai, senyum, bila perlu menari, dan hadapi dengan senyuman. Sikap anarkis malah bisa menganulir kemenangan kita," kata Dahnil di Kertanegara, Kebayoran, Jakarta Selatan, Rabu (17/4).

Selain itu, Dahnil juga meminta pendukungnya untuk bersikap tenang dan tidak terprovokasi dengan hasil lembaga survei yang memenangkan Jokowi-Ma’ruf.

Baca juga: BPN Benarkan Buat Narasi Potensi Kecurangan Pemilu

Ia meminta pendukungnya lebih baik menjaga proses penghitungan dan pastikan tidak terjadi kecurangan.

"Hati-hati dengan provokasi, termasuk lembaga survei yang tiba-tiba memenangkan salah satu paslon. Tetap jagain TPS. Sabar saja, ikuti proses perhitungan, kawal dan pastikan Prabowo-Sandi menang," kata Dahnil.

Sementara itu, Direktur Relawan dan Kampanye BPN Prabowo-Sandiaga, Sugiono mengatakan berdasarkan exit poll yang dilakukan di 5.475 TPS di 34 provinsi, paslon nomor urut 02 Prabowo-Sandi unggul atas paslon nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Jadi saat ini kami telah melakukan penghitungan dan Prabowo itu mendapat 55,4%, 42,8% di 01, sisanya tak memberikan jawaban," kata Sugiono. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More