Ahmad M Ali: Hasil Pemilu Harus Diterima Semua Pihak

Penulis: M Taufan SP Bustan Pada: Rabu, 17 Apr 2019, 15:45 WIB Politik dan Hukum
Ahmad M Ali: Hasil Pemilu Harus Diterima Semua Pihak

Dok. Istimewa
Ahmad M Ali saat menyalurkan suaranya pada hari pencoblosan, Rabu (17/4).

BENDAHARA Umum DPP Partai NasDem Ahmad M Ali mengatakan hasil pemilihan umum serentak tahun ini harus di terima dengan suka cita oleh semua pihak tanpa terkecuali.

Menurutnya, tidak ada kemenangan perseorangan dan tidak ada kemenangan kelompok dalam pemilu.

“Yang menang hanya rakyat, karena rakyat yang berdaulat,” terang Ahmad seusai menyalurkan hak pilihnya di TPS 18 Kelurahan Tanamodindi, Kecamatan Mantikulore, Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (17/4).

Dia menyebutkan, siapa pun pendukung calon presiden dan wakil presiden termasuk partai politik harus menyambut pemilu dan keputusan KPU dengan cara suka cita.

Baca juga: Hitung Cepat Poltracking, Jokowi Sementara Unggul dari Prabowo

“Kita harus bergembira dengan pemilu serentak ini. Dan terpenting tetap jaga keamanan, jangan terprovokasi dengan hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri dan bangsa,” ungkap Ahmad.

Ketua Fraksi NasDem DPR itu mengaku, sejauh ini proses pemilu di Sulawesi Tengah, berjalan lancar.

Penyelenggara pemilu di tingkat TPS, lanjutnya, memberikan pelayanan yang baik, serta ketersediaan surat suara dan logistik yang memadai di masing-masing TPS.

Olehnya, bila kelancaran itu terjadi di semua TPS, maka hasil pemilu yang baik dari sisi pelaksanaan akan tercapai.

Dirinya juga mengaku, tidak menemukan atau melihat adanya kericuhan.

"Isu-isu itu hanya terjadi di media sosial. Tetapi di lapangan itu tidak terjadi. Saya kira apa yang terjadi di media sosial tidak perlu di respons,” tandas Ahmad. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More