Darmin: Ekspor Jadi PR Pemerintah Lima Tahun ke Depan

Penulis: Atalya Puspa Pada: Rabu, 17 Apr 2019, 15:50 WIB Ekonomi
Darmin: Ekspor Jadi PR Pemerintah Lima Tahun ke Depan

MI/Atalya Puspa
Menteri Koordinator Bidang Prekonomian Darmin Nasution

MENTERI Koordinator Bidang Prekonomian Darmin Nasution berpendapat, terdapat satu pekerjaan rumah (PR) besar bagi pemerintah Indonesia khususnya pada bidang ekonomi dalam lima tahun ke depan.

"Nah, jadi apa yang harus kita lakukan? Betul-betul. Ekspor, ekspor, ekspor," kata Darmin usai melakukan pencoblosan di TPS 20 Komplek Perumahan Liga Mas, Pacoran, Jakarta Selatan, Rabu (17/4).

Darmin menuturkan, sejalan dengan dinamika perekonomian global yang belakangan ini sedang melambat karena faktor perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok, ekspor Indonesia pun turut mengalami penurunan dalam dua bulan terakhir.

"Lima tahun ke depan, sebenarnya situasi kita sangat terpengaruh oleh dunia. Artinya apa yang kita rencanakan, sudah kita siapkan dua tiga tahun lalu, muncul hal-hal baru," tuturnya.

 

Baca juga: Investasi akan Banyak Masuk Usai Pemilu

 

Dirinya menjelaskan selama menjabat sebagai Menko Perekonomian, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, pemerintah sebenarnya menyusun berbagai hal seperti pengembangan infrastruktur, pelatihan vokasi, serta mempercepat reforma agraria.

Namun begitu, hal-hal tersebut belum cukup untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia, karena yang dapat memberikan dampak secara signifikan yakni ekspor.

Untuk itu, dirinya menilai, demi memperbaiki neraca perdagangan pemerintah harus senantiasa fleksibel dalam menghadapi perekonomian global dan meningkatkan ekspor.

"Jadi gimana caranya supaya ekspor atau neraca dagang kita bisa dipertahankan positif," tukasnya. (A-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More