Rabu 17 April 2019, 14:17 WIB

Seram, Tema Horor Diusung TPS 073 Jakarta Selatan

M Iqbal Al Machmudi | Megapolitan
Seram, Tema Horor Diusung TPS 073 Jakarta Selatan

MI/ROMMY PUJIANTO
TPS 073 Jakarta Selatan

 

TEMA horor diusung Tempat Pencoblosan Suara (TPS) 073 di Jalan Gunung Balong 1, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Tema horor dipakai guna menarik para peserta coblos datang untuk memenuhi hak suaranya.

"Bapak Sakuri silahkan untuk mencoblos," kata panitia KPPS yang berdandan seperti kuntilanak.

Dengan wajah tertawa, Sakuri memenuhi panggilan panitia untuk melakukan pencoblosan.

Konsep horor dipilih untuk Pemilu tahun ini untuk menjaga netralitas di TPS dan untuk mengurangi angka golput.

Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Yasin Adnan mengatakan dipilih konsep horor karena tidak condong ke setiap kubu. Sehingga dapat menjaga netralitas.

Selain itu, tema ini juga diharapkan membuat masyarakat penasaran dan datang, Akibatnya, angka golput bisa tidak jadi.

Baca juga: Anies Pastikan Warga Jakarta Bisa Memilih dengan Lancar

Dipilihnya konsep horor berawal dari anggota KPPS yang meminta tema yang unik dan beda dari yang lain ini dan juga tidak condong ke kubu manapun.

Biaya dekorasi dengan konsep horor berasal dari KPU, setiap TPS mendapatkan dana tenda. Karena TPS 073 tidak memakai tenda, dana tersebut dialokasikan untuk dekorasi.

"Selain itu konsep horor tersebut untuk menarik perhatian warga agar golput berkurang, jadi perasaan penasaran akan timbul di masyarakat di TPS 073 apasih yang beda," kata Yasin Adnan di Jakarta Selatan, Rabu (17/4).

Panitia sendiri yang berjumlah 9 orang yang terdiri dari 7 anggota KPPS dan 2 bagian keamanan berdandan layaknya hantu seperti kuntilanak, valak, pocong, dracula, dan zombie.

Dari pantauan, suasana TPS terdapat properti berupa boneka-boneka dengan cat merah seakan-akan merupakan darah yang digantung di atap menambah atmosfer seram di TPS.

Selain itu terdapat banyak hiasan yang menambah suasana angker. Terdapat pohon yang sudah mati, kain kafan dengan bercak merah, dan musik seram yang turut diputar selama pencoblosan berlangsung.

Dekorasi sendiri di buat hanya dibutuhkan waktu satu malam sudah saja. Dan properti sudah dipersiapkan 3 hari lalu oleh panitia.

Di sekeliling TPS sendiri banyak anak-anak yang tertawa karena aksi jenaka dari pantia TPS yang berdandan layaknya hantu. Tapi tidak sedikit pula anak-anak yang takut melihat wajah seram dari pantia.

Nyoblos Sekaligus Beramal

TPS ini juga menyediakan photo booth bersama panitia yang sudah berdandan hantu. Di sebelah poto booth terdapat replika peti mati yang semakin menambah suasana seram TPS. Warga yang ingin melakukan foto di photo booth dikenakan biaya Rp10.000.

"Untuk Photo booth coblos sekalian beramal. Jadi ada yang foto, dananya kita sebagian kita alokasiakan untuk yayasan yatim piatu berupa uang kita langsung kasihkan," jelas Yasin.

Warga antusias untuk memenuhi hak suaranya karena daya tarik konsep horor yang dicanangkan TPS 073.

"Antusias warga Alhamdulillah sangat baik. Tidak seperti tahun kemarin masih bisa istirahat tapi kalau saat ini benar-benar gak bisa istirahat," ujar laki-laki yang memakai kostum drakula tersebut.

Pemilih di TPS 073 sebanyak 288 orang dan untuk surat suara terdapat 290 surat suara. Presentase Pemilih yang mencoblos sebanyak 80%. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More