Divonis 5% Hidup, Anak Kembar ini Tumbuh Sehat

Penulis: Suryani Wandari Putri Pada: Rabu, 17 Apr 2019, 18:35 WIB Weekend
Divonis 5% Hidup, Anak Kembar ini Tumbuh Sehat

dok. caters news agency
anak kembar

Menjadi orangtua membawa kebahagiaan tersediri. Apalagi bagi calon ibu yang tengah mengandung anak kembar. Namun apa jadinya ketika dokter menyatakan anak anda tak mungkin bertahan hidup?

Seperti yang dialami pasangan asal Cannock, Inggris, Keziah Harvey, 30, dan suaminya Jordan, 33. Saat kandungan Keziah 16 minggu, dokter menyatakan kedua anak perempuan mereka hanya berpotensi hidup 5% saja. "Itu sangat mengejutkan. Saya baru saja mengetahui bahwa saya memiliki anak kembar dan kemudian saya mungkin kehilangan mereka," kata Keziah.

Menurut dokter, kata Keziah, salah satu bayinya menderita stroke, karena penurunan tekanan darah akibat komplikasi sindrom transfusi. Di mana satu bayi menerima lebih banyak pasokan darah daripada yag lain. Dilihat dari foto USG, ada perbedaan ukuran 17% antara keduanya.

Bayi-bayi itu didiagnosis dengan Twin to Twin Transfusion Syndrome (TTTS) pada usia 16 minggu, suatu kondisi yang terjadi pada sekitar 15% kembar monochorionic diamniotic (MCDA). Ini menyebabkan koneksi pembuluh darah yang normal terbentuk di plasenta dan mencegah darah mengalir merata di antara bayi.

Dalam banyak kasus, bayi kembar mengalami dehidrasi, yang memengaruhi pertumbuhannya, dan yang lain mengalami tekanan darah tinggi yang dapat menyebabkan gagal jantung.

Sebelum hamil si kembar, Keziah pernah pun mengalami keguguran. Namun ia berani melanjutkan operasi berisiko tersebut. Ia dirujuk ke Rumah Sakit Perempuan Birmingham, di mana dokternya menyarankan agar ia menjalani operasi ablasi laser pada kehamilan 18 minggu.

Operasi, rutin untuk bayi TTTS di NHS, menemukan pembuluh darah yang menghubungkan kedua anaknya hrus di tutup. Guna membantu aliran darah yang merata dikeduanya. "Ketika kami ditawari pemutusan hubungan pembuluh darah, jawabannya selalu tidak, tidak peduli seberapa parah atau keadaan yang akan kita hadapi," ungkapnya.

Dokter pun mendiskusikan bagian-bagian otak yang mungkin telah rusak. Namun karena otak bayi masih tumbuh, tidak seperti orang dewasa, maka akan tumbuh jalur baru guna menggantikan bagian yang rusak. Ia tidak benar-benar tahu efek jangka panjang dari stroke sampai bayi dalam kandungan itu tumbuh dan mungkin berjuang dengan tonggak tertentu.

Pada 29 Juli 2018, Keziah melahirkan si kembar setelah menjalani kehamilan selama 32 minggu. Proses lahiran melalui operasi caesar darurat selama 10 jam. Bayi yang diberi nama Matilda dan Felicity Harvey itu pun kemudian menghabiskan empat minggu di unit perawatan intensif neonatal di Rumah Sakit Newcross di Wolverhampton.

 “Kita hanya bisa meletakkan tangan kita di dalam inkubator untuk memegang tangan bayi itu untuk waktu yang sangat singkat dan kita harus menunggu suhu mereka stabil sebelum kita bisa memegangnya," kata  Keziah

Delapan bulan kemudian, keajaiban terus menghampiri kedua anak kembar ini. Kini mereka tumbuh sehat dan berkembang dengan baik. Mereka menunjukan kemajuan besar dan konsultan senang melihat perkembangan mereka sejauh ini.

"Menjadi keluarga adalah hal terbaik di dunia. Saya sangat berterima kasih kepada tim yang luar biasa di New Cross dan Rumah Sakit Wanita Birmingham," tutup Keziah. (M-3)

Baca juga : Calon Ibu Bayi Kembar, Hati-hati Terkena TTTS

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More