Selasa 16 April 2019, 18:33 WIB

OJK Awasi Iklan Penyedia Jasa Keuangan

Atikah Ishmah Winahyu | Ekonomi
OJK Awasi Iklan Penyedia Jasa Keuangan

Atikah Ishmah Winahyu/MI
Deputi Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sardjito (tengah) dalam sosialisasi iklan dari pelaku usaha jasa keuangan.

 

OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) menegaskan selalu ikut mengawasi perilaku penyediaan jasa keuangan dalam membuat produk dan memasarkan produknya. Hal tersebut disampaikan oleh Deputi Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sardjito dalam acara sosialisasi pedoman iklan produk dan layanan jasa keuangan, Selasa (16/4).

Pedoman yang diluncurkan pada bulan lalu itu bertujuan untuk melindungi konsumen dari iklan-iklan menyesatkan yang selama ini beredar.

"Kami ingin melindungi masyarakat dengan iklan yang sesuai kriteria," kata Sardjito

Kriteria iklan yang dimaksud, ialah iklan langsung dan tidak langsung yang akurat, jujur, jelas, dan tidak menyesatkan sesuai dengan yang tercantum dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 1/POJK.07/2013 tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan.

Sardjito mengungkapkan, lembaga jasa keuangan yang diawasi OJK wajib menjelaskan secara detail tentang perusahaan dan produknya kepada konsumen.

Baca juga: Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga

"Perusahaannya sehat atau enggak, produknya seperti apa, resikonya seperti apa. Makanya pengaduan ke OJK cukup banyak. Kadang orang merasa, kok tiba-tiba bunganya segini, kok katanya flat, itu harus dijelaskan," terang Sardjito.

Konsumen seperti pemegang polis asuransi, nasabah di perbankan atau investor di pasar modal, dan masyarakat berhak melaporkan iklan penyedia jasa keuangan yang tidak sesuai. OJK selanjutnya akan mengkaji laporan yang masuk dari masyarakat dan memberi sanksi kepada Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) jika memang ditemukan adanya iklan yang tidak sesuai.

"Sanksinya sedang kami rumuskan dan yang pertama yang sudah dikeluarkan, ialah  PUJK menghentikan iklan itu," katanya.

Selain memiliki kewenangan untuk menghentikan iklan yang tidak sesuai, OJK juga sedang mempertimbangkan sanksi lebih lanjut apabila iklan tersebut menimbulkan banyak kerugian. Saat ini OJK juga tengah membangun sarana agar dapat memantau iklan digital.

"Kami sedang membangun sarana dan prasarana untuk bisa memantau terkait dengan iklan digital yang memang sangat sulit kami raih. Mudah-mudahan (selesai) tahun depan," kata Direktur Market Conduct OJK, Bernard Widjaja.

Carep-Atikah Ishmah Winahyu

Baca Juga

Antara/Moch Asim

Perpres Baru Kartu Prakerja Dinilai Lahirkan Kerancuan Baru

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Jumat 10 Juli 2020, 21:32 WIB
Itu terkait dengan pasal 31A yang menyebutkan pemilihan mitra program Kartu Prakerja bukan merupakan bagian dari pengadaan barang dan jasa...
Dok. Petrokimia gresik

Dorong Ketahanan Pangan, Petrokimia Gresik Gencarkan Inovasi

👤M. Iqbal Al Macchmudi 🕔Jumat 10 Juli 2020, 21:17 WIB
Indonesia harus memperkuat sektor pertanian domestik sebagai penopang utama ketahanan pangan nasional dan terhindar dari krisis...
MI/Andri Widiyanto

Cegah Kasus Indosurya Terulang, Pengawasan Koperasi Diperketat

👤Antara 🕔Jumat 10 Juli 2020, 20:30 WIB
PEMERINTAH akan memperketat pengawasan terhadap aktivitas bisnis koperasi untuk mencegah terulangnya kasus gagal bayar Koperasi Simpan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya