Selasa 16 April 2019, 17:25 WIB

Pemerintahan Maduro Sebut Kanada Dukung Strategi Trump

Tesa Oktiana Surbakti | Internasional
Pemerintahan Maduro Sebut Kanada Dukung Strategi Trump

ist
Presiden Venezuela Nicolas Maduro menyebut AS sebagai geng ekstrimis.

 

PEMERINTAH Venezuela beranggapan Kanada mendukung "petualangan perang" yang digencarkan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Tepatnya, setelah Kanada mengumumkan sanksi baru terhadap pejabat tinggi pemerintahan Presiden Nicolas Maduro.

Melalui pernyataan resmi, Kementerian Luar Negeri Venezuela menyebut Perdana Menteri (PM) Kanada, Justin Trudeau, telah merusak peran Kanada sebagai aktor yang dapat diandalkan dalam negosiasi. Pada Senin lalu, Kanada menjatuhkan sanksi baru kepada 43 pejabat pemerintah Venezuela, termasuk Menteri Luar Negeri Jorge Arreaza. Sejumlah pejabat dinilai bertanggung jawab atas memburuknya krisis di negara Amerika Selatan.

Baca juga: Jet Airways di Ambang Kebangkrutan

Sejumlah sanksi mencakup pembekuan aset individu dan larangan melakukan bisnis dengan Kanada. Sebelumnya, Kanada telah memberlakukan sanksi terhadap 70 pejabat tinggi pemerintah Venezuela lainnya. Caracas dengan tegas menentang sanksi baru tersebut, serta menilai Ottawa telah membuka kedoknya.

"Ini merupakan aliansi dengan penjahat perang, yang sudah menyatakan niat untuk menghancurkan ekonomi Venezuela. Membuat rakyat semakin menderita, dan menjarah kekayaan negara kami. Langkah itu menunjukkan sikap munafik pemerintah Kanada, terkait kepeduliannya terhadap hak asasi manusia," bunyi keterangan Kementerian Luar Negeri Venezuela.

AS memimpin gerakan yang memunculkan sanksi kepada rezim pemerintahan Maduro, termasuk perusahaan minyak negara PDVSA. Kanada menjadi bagian dari Kelompok Lima yang meliputi negara-negara Amerika Latin. Kelompok tersebut telah melakukan pertemuan di Santiago. Kemudian, menyerukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengambil tindakan yang mencegah eskalasi kriris kemanusiaan di Venezuela.

Kelompok tersebut mendesak Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, Majelis Umum dan Dewan Keamanan PBB, untuk membuat kebijakan yang bertujuan menekan dampak kerusakan progresif. Tuntutan lainnya ialah mendorong kedamaian dan kemanan, serta distribusi bantuan kemanusiaan kepada populasi imigran yang berasal dari Venezuela.

Menteri Luar Negeri Kanada, Chrystia Freeland, mengingatkan tuntutan Kelompok Lima dalam pertemuan di Ottawa pada 4 Februari lalu. Bahwasanya masyarakat internasional perlu mengambil tindakan terhadap rezim kepemimpinan Maduro.

"Hari ini Kanada mengambil langkah khusus, dengan mendesak 43 pejabat pemerintah untuk bertanggung jawab atas krisis berkepanjangan di Venezuela," pungkas Freeland.

Kelompok Lima yang dibentuk pada 2017, berupaya mencari solusi terhadap krisis ekonomi Venezuela. Resesi lebih dari empat tahun mengakibatkan Kanada jatuh dalam krisis. Mayoritas warga mengalami kekurangan kebutuhan dasar, seperti makanan dan obat-obatan. Padahal, negara Amerika Latin itu memiliki cadangan minyak terbukti terbesar di dunia.

Sebagian besar anggota Kelompok Lima tidak mengakui masa jabatan kedua Maduro, yang dimulai pada 10 Januari. Sebab, dia diduga melakukan kecurangan dalam pemilihan umum (pemilu) tahun lalu. Ketua Majelis Nasional, Juan Guaido, menggencarkan perlawanan terhadap otoritas Maduro sejak awal tahun. Guaido mendapat dukungan lebih dari 50 negara yang dipimpin AS. Dia diakui sebagai presiden interim Venezuela.

Baca juga: Tempat Penyimpanan Surat Suara di Kuala Lumpur Dijaga Ketat

Guaido pun mendesak Maduro turun dari kursi kepemimpinan. Dengan begitu, dia bisa membentuk pemerintahan transisi sampai pelaksanaan pemilu yang baru. Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, diketahui mengunjungi wilayah perbatasan Kolombia dengan Venezuela. Di sana, dia menuntut Maduro untuk membuka kembali wilayah perbatasan, agar aliran bantuan kemanusiaan tidak terhambat. Sebagian besar bantuan kemanusiaan saat ini ditimbun di Cucuta, Kolombia.

PBB mencatat lebih dari 2,7 juta warga Venezuela meninggalkan negaranya untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan tingkat inflasi Venezuela mencapai 10 juta persen tahun ini. Selain ditimpa krisis ekonomi, warga Venezuela harus menelan pil pahit akibat pemadaman listrik berkelanjutan dalam beberapa pekan terakhir.(AFP/OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More