Selasa 16 April 2019, 16:48 WIB

Sulsel Akan Bangun LRT

Lina Herlina | Nusantara
Sulsel Akan Bangun LRT

lina herlina
Sulawesi Selatan berencana membangun LRT tahun ini.

 

PEMERINTAH Provinsi Sulawesi Selatan akan membangun kereta light rail transit (LRT) Mamminasata, melingkupi Makassar, Marros, Sungguminasa, dan Takalar dengan panjang jalur sekitar 62,73 km. Direktur Lalu Lintas Perketaapian Kemenhub RI, Zulmafendi mengatakan  proyek pembanguan LRT tersebut sebagai jalur perkeretaapian perkotaan di Provinsi Sulsel. Sebagai upaya mempercepat pemerataan pembangunan nasional sesuai dengan RPJMN 2015-2029. Yaitu, mempercepat pembangunan melalui peningkatan arus lalu lintas penumpang, membangun konektivitas nasional dan regional, dan memenuhi target pembangunan jalur kereta api sepanjang 3.258 kilometer pada tahun 2019.
Pembangunan LRT itu meliputi empat segmen trase. Segmen I Maros-Makassar 22,79 km, segmen II Mandai-Bandara Sultan Hasanuddin 5,98 km, segmen III Makassar-Sungguminas 9,46 km, dan segmen IV Sungguminasa-Takalar 25 km.

"Nantinya akan ada titik temu antara Kereta Api Trans Sulawesi Makassar-Parepare, itu di segmen Maros-Makassar," ungkap Zulmafendi, pada workshop pemaparan rencana pembangunan jalur kereta LRT di Makassar, Selasa (16/4).

baca juga: Dirjen Perkeretaapian Optimis LRT Palembang Semakin Diminati

Berdasarkan kajian analisis permintaan, maka prediksi pergerakan total jumlah penumpang  setiap harinya mencapai angka 269.131 orang. Sehingga rata-rata pergerakan di enam wilayah sekitar 40.000 setiap harinya. Setiap tahunnya diperkirakan pertambahan penumpang sebesar 5%. Untuk pembangunan LRT tersebut membutuhkan investasi sebesar Rp5,231
miliar. Itu hanya ntuk konstruksi prasarana pada segmen I hingga IV, yang meliputi pembangunan jalur kereta api dan stasiun. Biaya tersebut belum termasuk fasilitas operasi yang nilainya hampir sama sebesar Rp5.231.275.000.000.
Terpisah, Gubernur Sulawesi Selatab,  Nurdin Abdullah mengatakan sudah banyak investor yang akan masuk untuk membangun LRT Mamminasata ini.

"Kereta ini, sebenarnya calon investor banyak, tinggal kita memilih mana. Mau milih Jepang, Korea, China, Eropa. Banyak, tergantung siapa yang membiayai," katanya. (OL/3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More