Kelebihan Volume, TPA Sukawinatan Ditutup

Penulis: Dwi Apriani Pada: Selasa, 16 Apr 2019, 16:11 WIB Nusantara
Kelebihan Volume, TPA Sukawinatan Ditutup

MI/Dwi Apriani
Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda meninjau TPA Karyajaya Kota Palembang

OPERASIONAL Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukawinatan, Palembang, Sumatra Selatan ditutup. Penyebabnya TPA tersebut tidak bisa menampung sampah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Palembang, Faizal membenarkan bahwa penutupan operasional TPA Sukawinatan ini dikarenakan daya tampung sudah tidak mencukupi.

"Kita stop dulu untuk pembuangan sampah ke TPA Sukawinatan. Kita akan lakukan sistem penataan di sana," kata Faizal di Palembang, Selasa (16/4).

Saat ini Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Palembang melakukan pembersihan di TPA secara manual. Volume sampah pada tiga bulan terakhir meningkat. Sebelumnya volume sampah 682 ton per hari menjadi 720 ton per hari. Salah satu pemicunya adalah saat ini sedang musim buah tiba. Untuk itu, Pemkot Palembang sudah menyiapkan TPA baru yakni TPA 2 Karyajaya. Saat ini TPA 2 Karyajaya sudah bisa dioperasikan meskipun jalan masuk ke TPA dalam proses perbaikan.

"Untuk masuk ke dalam pembuangan sampah tersebut, jalannya masih rusak. Untuk sementara kami lakukan pembuangan sampah di bagian depan. Bila cepat diperbaiki maka sampah tidak akan  menumpuk di luar." terangnya.

Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda yang ikut meninjau lokasi TPA Karyajaya seluas 40 hektare itu berharap kemampuan TPA itu menjadi titik fokus Pemkot Palembang dalam mewujudkan kota yang bersih, rapi dan indah.

"Saya harapkan kepada dinas terkait agar bisa melakukan koordinasi guna melakukan percepatan perbaikan jalan tersebut. Jika dibiarkan maka percuma semua sampah akan menumpuk di depan. Memang 40% lokasi tempat ini adalah rawa dan tanahnya lembut, sehingga sangat sulit sekali untuk dilewati oleh kendaraan yang memiliki beban saat musim penghujan seperti ini," jelasnya. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More