Ekuador Alami 40 Juta Serangan Siber Sejak Assange Ditangkap

Penulis: Denny Parsaulian Pada: Selasa, 16 Apr 2019, 16:15 WIB Internasional
Ekuador Alami 40 Juta Serangan Siber Sejak Assange Ditangkap

AFP/Daniel LEAL-OLIVAS
Demonstran menuntut agar pendiri Wikileaks Julian Assange dibebaskan.

EKUADOR, Senin (15/4), mengatakan pihaknya telah mengalami 40 juta serangan di dunia maya pada laman daring lembaga-lembaga publik. Serangan itu terjadi sejak pemerintah Ekuador mencabut suaka politik pendiri Wikileaks, Julian Assange.

Wakil Menteri Ekuador untuk Teknologi Informasi dan Komunikasi Patricio Real mengatakan serangan-serangan yang dimulai pada Kamis (11/4) itu terutama datang dari Amerika Serikat, Brasil, Belanda, Jerman, Rumania, Prancis, Austria dan Inggris, serta dari negara-negara Amerika Selatan.

Assange ditangkap dan dibawa keluar dari Kedutaan Ekuador di London pada Kamis (11/4) setelah Presiden Lenin Moreno menghapus perlindungan diplomatiknya setelah tujuh tahun berada di pengasingan di gedung itu.

Moreno menuduh Assange mencampuri proses negara lain dan memata-matainya.

Baca juga: Pendiri Wikileaks Julian Assange Ditangkap di London

Selain mencabut status suaka Assange, Ekuador juga menanggalkan kewarganegaraan yang diberikan kepada Assange pada 2017 di bawah pemerintahan pendahulu Moreno, Rafael Correa.

Javier Jara, Wakil Menteri Departemen Pemerintah Elektronik dari Kementerian Telekomunikasi, mengatakan negara itu telah mengalami serangan volumetrik yang memblokir akses ke internet menyusul ancaman dari kelompok-kelompok yang terkait dengan Assange.

Yang paling terpukul adalah kementerian luar negeri, bank sentral, kantor presiden, layanan pendapatan internal, dan beberapa kementerian dan universitas.

Namun tidak satu pun dari lembaga-lembaga itu yang melaporkan pencurian informasi atau penghapusan data. (AFP/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More