KPU Tanggapi Santai Pembentukan Dapur Umum Dekat TPS

Penulis: Irvan Sihombing Pada: Selasa, 16 Apr 2019, 11:43 WIB Politik dan Hukum
KPU Tanggapi Santai Pembentukan Dapur Umum Dekat TPS

ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Viryan Azis (kanan) dan Pramono Ubaid Tanthowi (kiri) menyampaikan keterangan pers

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) RI tetap beranggapan pembentukan dapur umum di dekat tempat pemungutan suara (TPS) bukan sesuatu yang berbahaya. Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi mengatakan pembentukan dapur umum tersebut merupakan bagian dari antusiasme warga.

"Mudah-mudahan (bukan bagian dari intimidasi). Sepanjang tidak menimbulkan ketegangan, intimidasi (boleh-boleh saja). Itu prinsip-prinsipnya," kata Pramono di sela-sela acara Indonesia Visit Program 2019 di Jakarta, Selasa (16/4) pagi.

Untuk diketahui, sejumlah warga sudah memasang spanduk penolakan pembentukan dapur umum di dekat TPS dan masjid. Pemasangan spanduk penolakan tersebut terjadi di beberapa daerah seperti Kiara Condong dan Tigaraksa. Fenomena tersebut memunculkan potensi gesekan massa di antara kedua pendukung.

Baca juga: Terendam Banjir Ratusan TPS di Kabupaten Bandung Direlokasi

Menanggapi hal tersebut, Pramono menyebut pihaknya tidak bisa mencegah pembentukan dapur umum.

"Bagaimana mau mencegah? Orang ramai-ramai, ngeriung kata orang Sunda. Yang penting kan tidak menimbulkan ketegangan," cetus dia.

Pramono optimistis tidak akan terjadi ketegangan mengingat yang menginisiasi dapur umum merupakan tetangga para calon pemilih itu sendiri. Yang terjadi, lanjut dia, justru adalah pembauran antara pendukung pasangan calon 01 dan 02.

"Ya besok lihat saja pasti pada ketawa-ketawa karena tetangga mereka semua itu yang ada di situ. Nanti di sana mereka akan berbaur. Makan juga akan bareng-bareng terlepas pendukung ini-itu. Siapa yang tahu pemilih yang ini milih calon ini, kan semua memilih di dalam bilik suara," tutupnya.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More