Trans-Jakarta Beroperasi Normal di Hari Libur Nasional

Penulis: Ferdian Ananda Majni Pada: Selasa, 16 Apr 2019, 13:45 WIB Megapolitan
Trans-Jakarta Beroperasi Normal di Hari Libur Nasional

Medcom.id/Theo
Direktur Operasional TransJakarta, Daud Joseph

DIREKTUR Operasional Transjakarta Daud Joseph mengatakan PT Transportasi Jakarta (Trans-Jakarta) menjamin seluruh petugas menggunakan hak pilihnya masing-masing. Olperasional Trans-Jakarta pun dipastikan berlangsung normal di hari libur nasional tersebut.

"Waktu kerja karyawan diatur dan dilakukan penyesuaian," kata Daud dari keterangan resminya, Selasa (16/4).

Daud menambahkan petugas yang bekerja pada shift pagi akan mengakhiri waktu tugasnya pada pukul 10.00 WIB. Selanjutnya, pelayanan menjadi tanggung jawab karyawan untuk sesi siang.

Penyesuaian ini untuk mengatur operasional bus Trans-Jakarta dalam melayani masyarakat untuk aktivitas di Hari Libur Nasional yang ditetapkan dalam Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2019 tentang Hari Pemungutan Suara Pemilihan Umum.

“Tidak ada perubahan rute,” ujarnya.

Baca juga: Pemilu Serentak, TransJakarta Tetap Beroperasi

Trans-Jakarta menyiapkan sekitar 1.400 bus pada Rabu (17/4) besok. Jumlah itu mempertimbangkan animo masyarakat saat Hari Libur Nasional dibandingkan hari kerja biasa.

Sebelumnya, PT Transportasi Jakarta memprediksi jumlah penumpang bus Trans-Jakarta akan menurun hingga 50%. Pasalnya, warga dinilai lebih memilih untuk menonton penghitungan suara cepat ketimbang pergi ke tempat wisata.

"Berdasarkan pengalaman tahun 2014 dan Pilkada 2017, ternyata jumlah pelanggan di hari pemilu itu sekitar 55-60% dari hari hari kerja," ungkap Daud.

Dia berharap dengan jumlah armada yang tersedia seluruh penumpang dapat terlayani.

"Kita harapkan lengang. Jadi, jumlah terbatas pun dapat melayani dengan waktu tunggu yang tidak terlalu lama," pungkasnya.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More