Selasa 16 April 2019, 10:25 WIB

Dampingi Masyarakat Jalankan REDD+

MI | Humaniora
Dampingi Masyarakat Jalankan REDD+

ANTARA/Prasetyo Utomo
Direktur Indonesia Terrestrial Program The Nature Conservancy Indonesia (TNC Indonesia), Herlina Hartanto

 

Pelibatan masyarakat menentukan keberhasilan program penurunan gas rumah kaca melalui upaya-upaya mengurangi laju penggundulan dan kerusakan hutan (Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation Plus/REDD+) di suatu daerah. Masyarakat perlu pendampingan agar potensi-potensi yang mereka miliki bisa diarahkan untuk pelaksanaan program REDD+.

"Masyarakat sebenarnya memiliki modal sosial, seperti tradisi gotong royong, pengetahuan terhadap lingkungan sekitar, dan sumber daya alam berlimpah, tetapi kekuatan dan aset ini kadang kurang disadari," ujar Direktur Indonesia Terrestrial Program The Nature Conservancy Indonesia (TNC Indonesia), Herlina Hartanto, di Jakarta, kemarin.

Dengan pendampingan, lanjutnya, masyarakat bisa menemukan kembali kekuatan dan aset mereka. Ia mencontohkan program pendampingan yang dilakukan TNC Indonesia, yakni Aksi Inspiratif Warga untuk Perubahan (Sigap), yang diterapkan di Kabupaten Berau.

Sigap merupakan pendekatan yang dikembangkan bagi masyarakat yang bermukim di dalam dan di sekitar hutan untuk menempatkan kekuatan warga yang berupa pengetahuan, kapasitas, jejaring sosial, dan pengalaman, sebagai fondasi utma dalam mengelola sumberdaya alam secara berkelanjutan dan menyejahterakan kehidupan mereka.

Baca juga: Ganti Rugi Rp35,4 M Bisa Pulihkan Terumbu Karang

"Bentuk pendampingan masyarakat yang dilakukan TNC melalui Sigap berupa program pelatihan, pendampingan menata lahan termasuk membuat peta tiga dimensi, menyusun rencana pembangunan kampung, mengembangkan sumber mata pencaharian yang tidak merusak hutan, dan mendapatkan hak pengelolaan hutan," papar Herlina.

Program itu telah diuji coba di dua desa di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, yaitu Kampung Long Duhung dan Merabu sejak 2010. Hasilnya, kedua desa tersebut memiliki pemimpin desa yang lebih kompeten, mata pencaharian yang lebih beragam dan ramah lingkungan, serta akses lebih aman ke sumber daya hutan.

"Saat ini kami mendukung Pemerintah Kabupaten Berau yang telah mengadopsi Sigap sebagai pendekatan pendampingan di seluruh 99 desa di sana," imbuhnya. (Nik/H-3)

Baca Juga

ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo

Pengamat: Tingkatkan Efektivitas PPJ, Bukan Tatap Muka

👤Ferdian Ananda M 🕔Minggu 09 Agustus 2020, 17:55 WIB
Menurut Indra Charismiadji, Indonesia belum mau belajar dan mau menyesuaikan kebijakannya agar membuat PJJ daring lebih...
ANTARA/MOHAMMAD AYUDHA

Wagub : Kebutuhan Seribu Kantong Darah, Stok PMI Hanya 200

👤Insi Nantika Jelita 🕔Minggu 09 Agustus 2020, 17:51 WIB
Akibat pandemi covid-19, ketersediaan kantong darah di Palang Merah Indonesia menjadi sangat...
ANTARA/Mohamad Hamzah

Sumba Barat Daya Diguncang Gempa Magnitudo 5,0

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Minggu 09 Agustus 2020, 17:35 WIB
BNPB melaporkan terjadi gempa berkekuatan magnitudo 5,0 dengan titik episenter pada kedalaman 10 km di Kabupaten Sumba Barat Daya pada...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya