Selasa 16 April 2019, 09:45 WIB

Kader Partai Demokrat Jabar Tuntut Klarifikasi Prabowo

Eriez Rizal | Politik dan Hukum
Kader Partai Demokrat Jabar Tuntut Klarifikasi Prabowo

Ist
Salah seorang pendiri Partai Demokrat di Jabar, Yan Rizal, memberikan keterangan pada awak media, Senin (15/4/2019).

 

SEJUMLAH kader Partai Demokrat Jawa Barat mengaku tersinggung dengan pernyataan calon presiden (capres) Prabowo Subianto dalam debat terakhir, Sabtu (13/4).

Prabowo dianggap telah menyerang Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Presiden ke-6 Republik Indonesia lewat pernyataannya yang dinilai menyinggung harga diri dan muruah Partai Demokrat.

Perwakilan kader Demokrat Jabar, Yan Rizal, mengakui di kalangan akar rumput Partai Demokrat, banyak kader yang tersinggung pernyataan Prabowo tersebut. Mereka, kata Yan Rizal, merasa sakit hati atas pernyataan Prabowo.

“Kami merasa Pak SBY tidak dihargai karena selama 10 tahun memimpin, ikut membangun Indonesia, tapi ini malah disalah-salahin,” ungkap Yan Rizal saat konferensi pers, kemarin.

Sebagai salah satu pendiri Partai Demokrat di Jabar, dia pun mengaku perlu angkat bicara untuk menjaga harga diri dan muruah partai. Pihaknya tidak menginginkan, SBY yang telah berkontribusi terhadap pembangunan Indonesia malah disalahkan.

“Kalau belum sempurna, kami juga sadar. Tapi kalau disalahkan, kami tidak terima. Kami kader militan meminta DPP menjaga muruah Partai Demokrat dan jangan diam saja ketika kader terbaik ­disalah-salahkan,” ujar Yan Rizal dengan nada kecewa.

Oleh karenanya, Sekretaris Biro Pertahanan DPP Partai Demokrat itu menuntut Prabowo memberikan klarifikasi terbuka atas pernyataannya itu. Dia menekankan, klarifikasi terbuka harus dilakukan karena Prabowo pun menyampaikan pernyataannya dalam forum terbuka yang ditonton jutaan rakyat Indonesia.

“Kami meminta Prabowo menjelaskan maksud dan tujuannya menyalahkan SBY secara terbuka. Kami minta penjelasan Prabowo jika meng­anggap kepemimpinan SBY salah, salahnya di mana?”

Di sisi lain, ratusan tempat pemungutan suara (TPS) di Kabupaten Bandung yang masuk wilayah rawan banjir akan dipindahkan lokasinya. Hal itu dilakukan jika pada 17 April 2019 nanti air masih merendam sejumlah kecamatan di Kabupaten Bandung.

Divisi Teknis KPU Jawa Barat, Endun Abdul Haq, mengatakan terdapat 137 TPS dari empat kecamatan, di antaranya Baleendah dan Dayeuhkokot, telah dipetakan untuk dipindahkan. Pasalnya, lokasi TPS tersebut saat ini masih terendam banjir. (EM/P-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More