Panglima TNI: Pemilu jangan Korbankan Persatuan dan kesatuan

Penulis: olda Eksa Pada: Senin, 15 Apr 2019, 22:05 WIB Politik dan Hukum
Panglima TNI: Pemilu jangan Korbankan Persatuan dan kesatuan

MI/Golda Eksa
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menghadiri acara Doa Bersama Lintas Agama dalam Rangka Pemilu 2019, di GOR Ahmad Yani, Mabes TNI

PANGLIMA TNI Marsekal Hadi Tjahjanto berharap perbedaan pandangan dan pilihan politik dalam perhelatan pesta demokrasi di Tanah Air sejatinya tidak mengorbankan semangat persatuan dan kesatuan bangsa.

"Jangan sampai perbedaan itu mengorbankan eksistensi NKRI yang sudah diperjuangkan selama ratusan tahun oleh para pendahulu bangsa kita," ujar Hadi disela-sela acara Doa Bersama Lintas Agama dalam Rangka Pemilu 2019, di GOR Ahmad Yani, Markas Besar TNI, Jakarta, Senin (15/4) malam.

Ia berharap pemilu serentak yang dilaksanakan pada 17 April mendatang dapat berjalan aman, damai, lancar, dan sukses. Pemilu pun diharapkan dapat melahirkan pemimpin bangsa dan wakil rakyat yang terbaik demi menuju kejayaan sesuai cita-cita UUD 1945.

Baca juga : Kapolri Sebut Pengerahan Massa Bisa Menimbulkan Provokasi

"Semoga Pemilu 2019 dapat menjadi inspirasi dunia internasional tentang pembangunan politik dan kedewasaan berdemokrasi masyarakat Indonesia," katanya.

Menurut dia, TNI berkomitmen dengan menjunjung netralitas. TNI juga akan memastikan dan menjamin keamanan masyarakat yang hendak menyalurkan hak politiknya.

"Semoga semangat persatuan dan kesatuan kita semuanya yang hadir disini menjadi semangat persatuan dan kesatuan seluruh suatu bangsa di manapun berada," tandasnya. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More