13 Jam Naik Kereta dan Tembus Hawa Dingin Rusia Demi Mencoblos

Penulis: mediaindonesia.com Pada: Senin, 15 Apr 2019, 22:04 WIB Internasional
13 Jam Naik Kereta dan Tembus Hawa Dingin Rusia Demi Mencoblos

MI/Panca Syurkani
Duta Besar Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus Mohamad Wahid Supriyadi bersama istri seusai mencoblos, Minggu (14/4).

MAHASISWA Indonesia penerima beasiswa dari Pemerintah Rusia di Kazan Federal University, Mohammad Farhan Ramadhan, rela menempuh perjalanan 13 jam naik kereta api dari kota Kazan menuju Moskow yang berjarak sekitar 816 kilometer.

"Ini pemilu pertama saya dan saya ingin mempunyai andil juga dalam menyalurkan hak suara saya sebagai warga negara. Saya sengaja datang dan tidak menggunakan jasa pos karena ingin bersilaturahIm dengan sesama warga Indonesia di Rusia," ungkap Farhan sambil menikmati bubur ayam yang disiapkan oleh PPLN Moskow.

Baca juga: KPU Pastikan Perhitungan Suara dari Luar Negeri pada 17 April

Lain lagi dengan cerita Ni Made Setyawati, pekerja terampil di salah satu spa therapy di Moskow. Bersama sekitar 30 orang temannya sesama spa therapists yang sengaja datang pagi-pagi sejak pemilu dibuka pukul 08.00.

"Kita sengaja datang pagi-pagi karena pukul 12.00 kita mulai kerja dan pihak perusahaan mengizinkan kita datang pagi-pagi," kata Ni Made seperti dikutrip dari keterangan tertulis yang diterima mediaindonesia.com.

Sementara yang lain ada yang datang hanya 2 jam karena masalah izin, namun tidak sedikit yang menunggu sampai selesai acara karena mengambil cuti.

Duta Besar RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus M Wahid Supriyadi sempat berbincang dengan mereka dan menanyakan tentang kesan-kesan selama bekerja di Rusia.

Mereka mengatakan selama ini tidak masalah, gaji selalu tepat waktu dan sesuai kontrak serta akomodasi cukup memadai.

Hadir juga delapan orang pekerja profesional yang bekerja untuk perusahaan LG yang direkrut dari LG Indonesia. Mereka mengaku sudah tiga tahun di Rusia, namun belum melakukan lapor diri ke KBRI Moskow.

Momentum pemilu dimanfaatkan mereka untuk lapor diri dan sekaligus menyalurkan haknya sebagai warga negara Indonesia (WNI).

Saat ini, WNI yang tercatat di Rusia berjumlah 1.033 orang. Secara keseluruhan diperkirakan jumlahnya mencapai sekitar 1.300 orang. Hampir separuhnya adalah mahasiswa, selebihnya berasal dari kalangan tenaga terampil, profesional, keluarga besar KBRI Moskow, dan diaspora (masyarakat kawin campur).

Dinginnya musim semi kota Moskow yang mencapai 0°C dan disertai rintik hujan salju tidak menyurutkan antusias WNI di kota Moskow dan sekitarnya untuk mendatangi tempat pemungutan suara luar negeri (TPSLN) di KBRI Moskow pada Minggu (14/4) waktu setempat.

Pemungutan suara yang dilaksanakan pukul 08.00-18.30 berjalan lancar hampir tanpa hambatan.

Menurut Ketua PPLN Lusy Surjandari, satu-satunya kasus adalah adanya lima WNI yang tidak dapat mencoblos karena status mereka sebagai turis dan tidak membawa formulir A5 (pindahan), sementara tiga temannya dapat memilih karena telah mengantongi formulir A5.

Suasana penuh keakraban terlihat sepanjang pelaksanaan pencoblosan. Cukup banyak WNI yang masih bergerombol hingga berakhir acara sambil menikmati makanan yang disiapkan panitia.

Di pojok lain mereka berbelanja produk makanan Indonesia seperti mie instan, kecap, bumbu instan, dan makanan kecil. "Mie instan yang paling dicari dan dalam beberapa jam langsung ludes," kata Wahid.

Dan Wahid memastikan sebentar lagi salah satu merek produk mie instan Indonesia akan menghiasi toko-toko/ supermarket di Rusia.

Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Luar Negeri (KPPSLN) Moskow Enjay Diana terus memberikan informasi tentang tata cara pencoblosan dan memastikan bahwa surat suara yang diberikan asli, bersih, dan tidak ada coretan atau lubang apapun.

Proses perhitungan suara akan dilakukan secara terbuka untuk umum dan serentak dengan 130 PPLN lainnya di 96 negara pada tanggal 17 April 2019 siang, hari yang sama dengan perhitungan suara di Indonesia.

Sebanyak 370 warga Indonesia telah menyalurkan hak suara mereka secara langsung di TPSLN KBRI Moskow pada Pemilu kali ini. Jumlah ini mencapai 63,5% dari 583 warga Indonesia yang sudah mendaftarkan diri sebelumnya melalui PPLN Moskow untuk pemilihan langsung.

Dari jumlah 370 orang tersebut, terdiri dari 223 orang wanita dan 147 orang pria. Di samping itu, hingga 14 April, PPLN Moskow telah menerima 183 surat suara melalui pos dan masih menantikan surat suara melalui pos lainnya hingga 17 April 2019 pagi. Sebanyak 513 surat suara telah dikirimkan oleh PPLN Moskow sejak 14 Maret 2019.

Wahid dan istri menyalurkan hak suaranya di pagi hari dan turut pula mengikuti rangkaian kegiatan Pemilu hingga penutupan acara. "Saya sangat mengapresiasi partisipasi warga Indonesia yang sangat antusias dan tertib untuk menyalurkan hak suara mereka pada Pemilu 2019 ini, walaupun hari ini cuaca masih dingin dan sempat turun hujan salju", ungkap Wahid. (X-15)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More