NasDem Sebut Ada yang Sengaja Menyerang Pihaknya

Penulis: Insi Nantika Jelita Pada: Senin, 15 Apr 2019, 21:53 WIB Politik dan Hukum
NasDem Sebut Ada yang Sengaja Menyerang Pihaknya

MI/Ramdani
Sekretaris Jenderal Partai NasDem Johnny G Plate

SEKRETARIS jendral Partai NasDem Johnny G. Plate mencurigai ada satu desain yang sistematis soal polemik surat suara tercoblos di Selangor, Malaysia.

Dalam video yang viral, surat suara sudah tertusuk ke paslon 01 dan caleg NasDem.

"Saya pastikan caleg NasDem tidak ada hubunganya dengan itu. Bahkan terkaget-kaget. Kami mencurigai ini sengaja menyerang NasDem. apa sebabnya? kami tak tahu. Ini membuktikan memang ada pemain-pemainnya, ada kriminalnya. Kami minta DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu) memeriksa itu," ujarnya di Gedung KPU, Menteng, Jakarta, Senin (15/4).

NasDem dan Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin menganggap permasalahan itu juga merupakan desain yang masif untuk mendeligitimasi penyelenggara pemilu, proses pemilu, hasil pemilu dan paslon 01.

Baca juga : NasDem Siapkan Lebih dari 1,6 Juta Saksi

"Kami yakin ini serangan yang jahat. Lebih dari itu kami meyakini ini serangan terhadap pak Jokowi dari orang yang tak bertanggung jawab. Maka, saya sebut itu sebagai kriminal demokrasi. Ini dengan sengaja mendesain itu untuk medeligitimasi keseluruhan," jelas Johnny.

Hari ini juga, TKN melaporkan ke KPU dan Bawaslu atas polemik tersebut. Wakil Ketua TKN Arsul Sani menuturkan pihaknya berharap pemilu berjalan jujur dan adil, sehingga berbagai kasus, menurutnya harus diantisipasi dan diselesaikan pada penyelenggara pemilu.

"TKN 01 menyampaikan bebrapa persoalan, terutama terkait kejadian pra pemungutan suara maupun pada saat pemungutan suara di berbagai negara yang saya kira semua sudah sama-sama mengetahuinya terutama lewat viralisasi diberbagai media," pungkas Arsul. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More