Bawaslu Janji Tindak Lanjuti Setiap Laporan Kecurangan

Penulis: Irvan Sihombing Pada: Senin, 15 Apr 2019, 21:39 WIB Politik dan Hukum
Bawaslu Janji Tindak Lanjuti Setiap Laporan Kecurangan

MI/M.Irfan
Ketua Bawaslu Abhan

BADAN Pengawaslu Pemilu (Bawaslu) RI memastikan akan menindaklanjuti setiap pengaduan atas dugaan kecurangan yang dilancarkan baik oleh Kubu Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin maupun Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Tentu kami akan tindak lanjuti. Seluruh laporan akan kami tindak lanjuti," kata Ketua Bawaslu Abhan kepada Media Indonesia di Jakarta, Senin (15/4) malam.

Sejauh ini, kata Abhan, Bawaslu belum menemukan adanya kecurangan. Menurut dia, berbagai insiden yang terjadi di luar negeri saat pencoblosan berlangsung, seperti misalnya di Hong Kong, belum mengarah pada kecurangan.

"Kecurangan di mana? Secara umum pelaksanaan pencoblosan di luar negeri ya baik," imbuhnya.

Baca juga : Besok, Bawaslu Sampaikan Klarifikasi Final Pemilu di Malaysia

Ia mengatakan sejumlah insiden terjadi lantaran antusias calon pemilih yang begitu tinggi. Mereka rela mengantre mulai dari pagi hingga sore hari.

"Itu semua soal teknis saja. Karena begitu konsentrasi pemilih banyak, maka banyak orang menunggu di jam-jam akhir sehingga sampai membludak. Secara umum enggak ada kecurangan, masih lancar saja. Enggak ada masalah menurut saya," cetus dia.

Ia lebih menyoroti soal pendataan pemilih. "Memang banyak pemilih yang pendataan pemilih yang kurang valid sehingga masih ada pemilih yang harusnya masuk (daftar pemilih), malah enggak terdaftar." (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More