Oman Gandeng Mitra Lokal Garap Kilang Bontang

Penulis: (*/E-1) Pada: Selasa, 16 Apr 2019, 03:30 WIB Ekonomi
Oman Gandeng Mitra Lokal Garap Kilang Bontang

Ist
Pertamina

PERUSAHAAN migas asal Oman, Overseas Oil and Gas LLC Oman (OOG), menggandeng mitra lokal untuk menggarap fasilitas penunjang out side batery limit  (EPC OSBL) pembangunan kilang mi­nyak di Bontang, Kalimantan Timur.

Kerja sama ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari framework agreement dengan PT Pertamina pada Desember 2018 lalu. Mitra lokal yang  bergerak di bidang properti dan kontraktor itu diharapkan bisa mendukung kegiatan operasio­nal kilang minyak dan petrokimia di Bontang

“Kami sudah bekerja sama dengan dua mitra lokal untuk membantu pem­bangunan fasiltas pendukung ki­lang minyak di Bontang,” kata Chair­man OOG Khalfan Al Riyami saat berbincang dengan wartawan di Ja­karta, Senin (15/4).

Proyek pembangunan fasilitas penunjang ini, lanjutnya, akan banyak menyerap tenaga kerja lokal. OOG sendiri berkomitmen mengutamakan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dalam mendukung peran serta sumber daya manusia dan komponen lokal sesuai kebijakan pemerintah Indonesia. Diperkirakan, nilai pekerjaan tersebut bisa mencapai US$3 miliar.

Khalfan mengatakan, sebelum memulai proyek ini, pihaknya harus melakukan bankable and feasibility study serta front end engineering design (FEED) terlebih dahulu.

Kedua proses tersebut dilakukan un­tuk melihat seberapa menguntung­kan proyek ini. Bankable and feasibility study membutuhkan waktu sekitar enam bulan, sedangkan FEED diperkirakan memakan waktu sekitar dua tahun dan menghabiskan biaya sebesar US$180 juta.

“Kalau bankable and feasibility study menunjukkan hasil positif, kami akan melakukan FEED. Kalau FEED selesai, selanjutnya kami akan memulai proyek ini,” jelasnya.

Khalfan berharap targetnya untuk mendapatkan keuntungan bisa terca­pai meskipun butuh waktu yang tidak se­bentar.

“Target kami ialah bisa bekerja dengan cepat pada proyek ini. Kami tentu berharap mendapatkan keuntungan karena banyak uang yang diinvestasikan untuk proyek ini,” katanya.
 Proyek ini ditargetkan selesai sekitar 2025 hingga 2026. (*/E-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More