Meski Banyak Kendala, KPU Pastikan Logistik Sampai Sebelum Pemilu

Penulis: Insi Nantika Jelita Pada: Senin, 15 Apr 2019, 20:03 WIB Politik dan Hukum
Meski Banyak Kendala, KPU Pastikan Logistik Sampai Sebelum Pemilu

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Ketua KPU Arief Budiman (kedua kanan) berfoto bersama Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi (kanan)

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) memastikan logistik pemilu sudah sampai di Tempat Pemungutan Suara (TPS) sebelum hari berlangsungnya Pemilu 17 April. Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi mengatakan surat suara dikirim dari KPU kabupaten/kota ke Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) lalu ke Panitia Pemungutan Suara (PPS).

"Kita masih berkejaran dengan waktu di banyak daerah, apalagi cuaca juga kurang bersahabat. Termasuk menggatikan surat suara yang rusak. Kami berharap permasalahan dari segala sesuatu bisa diselesaikan dalam dua hari ini. Tapi persiapan sudah 99%," ujarnya di Gedung KPU, Menteng, Jakarta, Senin (15/4).

Permasalahan lain yang dihadapi ialah para petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Bandung bingung karena harus menuliskan identitas TPS sebelum surat suara dicoblos oleh pemilih dengan tulis tangan. Mereka keberatan karena memakan waktu lama, sehingga mengusulkan pembuatan stempel.

Baca juga: Surat Suara Rusak di Kota Depok Sudah Diganti

Menanggapi itu, KPU akan mengeluarkan surat edaran yang memperbolehkan penggunaan stempel untuk menandai data-data surat suara.

"Kami sedang menyusun surat edaran dan diperbolehkan. Itu bagian mempercepat kerja KPPS," sebutnya.

Pembentukan TPS, lanjut Pramono, juga tidak sembarangan. Petugas KPPS sudah mendesain agar TPS tidak berada dekat selokan, tempat harus terbebas genangan air jika terjadi hujan.

"Mendesain TPS itu tidak sembarangan. TPS tidak boleh melompati parit atau selokan karena tidak aksesibel bagi penyandang disabilitas dan manula," jelasnya.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More