Bawaslu Jabar: TPS di Kabupaten Bogor Paling Rawan

Penulis: Bayu Anggoro Pada: Senin, 15 Apr 2019, 19:59 WIB Nusantara
Bawaslu Jabar: TPS di Kabupaten Bogor Paling Rawan

Antara
Petugas saat melipat surat suara di KPU Kabupaten Bogor, Cibinong, Jawa Barat, Jumat (22/2).

LEBIH dari 50% tempat pemungutan suara (TPS) di Jawa Barat masuk dalam kategori rawan. Hal ini berdasarkan kualifikasi TPS yang dirancang Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

"Dari hasil pemetaan, ternyata kita punya 63.355 TPS yang tidak rawan. Sisanya 74.712 TPS rawan," kata anggota Bawaslu Jawa Barat Lolly Suhenti di Bandung, Senin (15/4).

Menurut dia, TPS dikatakan rawan jika rentan terhadap persoalan seperti keamanan, keutuhan logistik, politik uang, dan netralitas aparatur sipil negara (ASN). Selain itu, menurutnya TPS pun akan disebut rawan jika rentan terhadap praktik politisasi SARA.

Baca juga: TPS Rawan Kecurangan, Bawaslu Siapkan Siwaslu

Meski tidak merinci, dia menyebut TPS di Kabupaten Bogor menjadi yang paling rawan karena terdapat banyak indikator. "Kabupaten Bogor posisinya rawan tinggi untuk seluruh dimensi. Semuanya ada," kata dia.

Selain itu, berdasarkan pemetaannya, TPS di Kota Depok rawan politik uang. Kondisi di Kabupaten Tasikmalaya tak jauh berbeda karena rawan politisasi agama.

Sementara Kabupaten Bandung yang tengah dilanda banjir tergolong rawan karena bencana tersebut bisa merusak logistik pemilu khususnya surat suara.

Menyikapi hal itu, menurut anggota Bawaslu Jawa Barat Yusuf Kurnia, pihaknya akan melakukan pengawasan ekstra agar kekhawatiran itu tidak terjadi.

"Bawaslu akan melakukan patroli pengawasan," katanya. Pengawasan pun akan dilakukan untuk memastikan baiknya pendistribusian surat C6 agar tidak disalahgunakan pihak-pihak tak bertanggung jawab.

"Kami juga akan mengawasi agar tidak ada manipulasi perolehan suara," katanya.

Oleh karena itu, dia mengimbau publik khususnya pemantau agar mendokumentasikan form C1 hasil penghitungan suara.

"Agar jadi data pembanding. Ini penting agar pemungutan suara berjalan bersih dan berintegritas," katanya. (X-15)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More