Program B20 Terus Tekan Impor Migas

Penulis: Andhika Prasetyo Pada: Senin, 15 Apr 2019, 20:10 WIB Ekonomi
Program B20 Terus Tekan Impor Migas

MI/ADAM DWI
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto

BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Maret 2019 mengalami surplus US$540 juta. Jumlah itu lebih baik dari capaian di Februari yang juga surplus sebesar US$330 juta.

Surplus itu terbentuk karena ekspor Indonesia lebih besar dari impor, yakni US$14,03 miliar berbanding US$13,49 miliar.

Sepanjang kuartal pertama tahun ini, angka impor terutama dari sektor migas memang jauh lebih baik, yakni turun 28,98% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Kepala BPS Suhariyanto melihat perbaikan itu sejalan dengan upaya pemerintah dalam penggunaan minyak sawit mentah sebagai bauran bahan bakar solar sebanyak 20% atau B20.

"Ini pasti ada pengaruh ke sana karena pemerintah berkomitmen menurunkan impor migas dengan memaksimalkan CPO untuk B20," ujar Suhariyanto, Senin (15/4).

Baca juga: B30 Siap Diterapkan, CPO untuk Bahan Bakar Ditarget 7,8 Juta Ton

Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia Kanya Lakshmi Sidarta mengatakan serapan CPO untuk B20 memang terus bertumbuh dari bulan ke bulan.

Pada Januari, serapan CPO untuk B20 sebesar 552 ribu ton, meningkat menjadi 648 ribu ton pada Februari.

"Kami sudah berkomitmen menyerap B20 untuk memperbanyak serapan dalam negeri. Kebutuhan kita itu banyak sekali. Target kita saja tahun ini 6,2 juta ton jadi pasti ada dampaknya terhadap pengurangan impor migas," ucap Lakshmi.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More