Komunikasi Faktor Penting Untuk Merajut Toleransi Pasca Pemilu

Penulis: Dero Iqbal Mahendra Pada: Senin, 15 Apr 2019, 19:55 WIB Politik dan Hukum
Komunikasi Faktor Penting Untuk Merajut Toleransi Pasca Pemilu

ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Rohaniwan Franz Magnis Suseno

ROHANIWAN Franz Magnis Suseno menilai untuk merajut nilai-nilai kebangsaan dan toleransi usai dilakukannya pemilu 2019.

"Saya sangat setuju bahwa hal terpenting (dalam merajut nilai kebangsaan) adalah komunikasi," tutur Romo Magnis dalam Diskusi bertajuk Strategi Kebudayaan dan Rajutan Sosial Pasca Pemilu yang diadakan Utusan Khusus Presiden Untuk Dialog dan Kerja Sama Antaragama dan Peradaban (UKP-DKAAP) di Jakarta, Senin (15/4).

Baca juga: Pengamat: Lebih Baik Bersiap ke MK Daripada Lakukan People Power

Ia pun merasakan bahwa konsep dalam Islam 'rahmatan lil alamin' sangat membantu dalam menjelaskan kepada banyak pihak bahwa semua agama harus memberikan rahmat bagi umat lainnya. Meski memang dalam praktek komunikasinya harus dilakukan secara konsisten dan terus menerus.

Romo Magnis menekankan perlunya ada keteladanan dari para tokoh untuk merajut toleransi dari situasi saat ini. Romo Magnis mencontohkan pristiwa pertemuan Paus Fransiskus dan Imam Besar Al Azhar yang menunjukkan adanya upaya membangun hubungan saling percaya sebagai suatu hal yang positif.

Dalam kaitan tersebut, menurutnya, di Indonesia tidak perlu memulainya dari nol karena sudah menjadi tata nilai di Indonesia. Romo Magnis menilai hubungan umat kristiani dan umat muslim di Indonesia saat ini jauh lebih baik.

Baca juga: Masa Perpanjang Bowo Sidik Pangarso Diperpanjang

Meski di lapangan masih terdapat sejumlah kasus intoleransi, tetapi hal tersebut kasuistik dan bukan gambaran umum. Oleh sebab itu, Romo mengajak agar upaya merawan toleransi terus dilakukan.

"Saya selalu mengingatkan teman-teman muslim bahwa timur tengah selama 1.400 tahun, minoritas kristiani sekitar 9% di Iraq,  Lebanon, Palestina, Yordania dan Mesir hidup beribadah dengan bebas diantara mayoritas yang Islam dengan sistem politik islami. Islam memiliki sejarah toleransi yang luar biasa sejak Nabi Muhammad," tutur Romo Magnis. (OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More