Senin 15 April 2019, 19:45 WIB

BRI Tawarkan Kemudahan Lewat Program KKB Ramah Lingkungan

Atikah Ishmah Winahyu | Ekonomi
BRI Tawarkan Kemudahan Lewat Program KKB Ramah Lingkungan

ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Direktur Konsumer BRI Handayani.

 

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk meluncurkan program kredit kendaraan bermotor (KKB) untuk kendaraan emisi karbon rendah atau low carbon emission vehicle (LCEV) yang ramah lingkungan, termasuk kendaraan listrik.

Direktur Konsumer BRI Handayani mengungkapkan KKB kendaraan ramah lingkungan merupakan wujud komitmen Bank BRI dalam mendukung program pemerintah mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK).

Baca juga: Impor Migas Maret 2019 Turun 2,7%

Selain itu, melalui program ini Bank BRI ingin memberikan kemudahan bagi nasabah yang ingin membeli mobil listrik.

"Kita luncurkan kredit kendaraan bermotor dengan bunga yang bersaing, 3,8% tenornya kita bisa berikan sampai dengan enam tahun, kata Handayani di Innovation Centre BRI, Senin (15/4).

Bank BRI mengalokasikan dana sebesar Rp100 miliar sampai Rp150 miliar untuk kredit kendaraan ramah lingkungan. Sebagai produsen sekaligus provider listrik terbesar di Indonesia, PT PLN telah menyediakan sekitar 1.600 stasiun pengisian listrik umum (SPLU) yang dapat diakses melalui Google Map kategori electric vehicle charging.

Selain itu, pemilik kendaraan juga dapat mengisi daya di rumah masing-masing dengan waktu selama 4-6 jam.

"Mulai tahun ini, PLN Jakarta khususnya, sudah mulai kerja sama di parking mall dan office building kita akan tersedia fast charging station. Kalau di rumah kita mungkin butuh empat sampai enam jam, di fast charging station hanya butuh dua jam saja. Nanti juga ada teknologi baru yang namanya super fast charging station itu hanya 15 menit saja," jelas Manajer Pemasaran PT PLN Disjaya Mayang.

Kepala Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Indusri Kementerian Perindustrian Andi Komara mengungkapkan dengan tingginya biaya produksi kendaraan ramah lingkungan, dibutuhkan program kredit khusus agar kendaraan tersebut dapat dijangkau masyarakat.

"Tanpa adanya kredit khusus, sangat mustahil untuk memasarkan kendaraan LCEV ini," jelas Andi Komara.

Baca juga: Mau Umrah, Lewat Program Tandamata Berjangka BJB Semuanya Mudah

Pemerintah pun kini sedang merumuskan paket insentif seperti bea masuk untuk kendaraan LCEV dan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) untuk kendaraan ramah lingkungan.

Selain bunga yang bersaing, konsumen juga akan mendapatkan gratis alat pengisi daya setiap pembelian satu unit kendaraan serta asuransi gratis di tahun pertama dari BMW. (OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More