Sektor Industri Indonesia Tempati Posisi Kelima di G20

Penulis: Atalya Puspa Pada: Senin, 15 Apr 2019, 18:45 WIB Ekonomi
Sektor Industri Indonesia Tempati Posisi Kelima di G20

MI/M Taufan SP Bustan
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto

MENTERI Perindustrian Airlangga Hartarto turut membantah pernyataan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto terkait Indonesia yang tengah alami deindustrialiasasi.

Airlangga menyebut, justru kontribusi sektor industri di Indonesia menempati posisi kelima dalam kelompok negara G20.

"Industri kita ini comparable. Sebanding dengan negara-negara lain yang masuk ke dalam G20," kata Airlangga dalam acara Indonesia Industrial Summit (IIS) 2019 di ICE BSD, Tangerang, Senin (15/4).

Airlangga menegaskan, Indonesia berada di posisi kelima setelah Tiongkok, Korea, Jepang dan Jerman. Dirinya juga mengungkapkan, dari segi pemasukan dalam negeri, sektor industri berkontribusi sebanyak 20,2% dalam perkembangan ekonomi Indonesia.

Selain itu, sektor industri juga menyumbang sebesar 30% terhadap pendapatan pajak dan cukai 95%.

"Jadi sebenarnya kontribusi industri terhadap perekonomiam nasional ini relatif tinggi," ungkapnya.

Baca juga: Jusuf Kalla Bantah Indonesia Alami Deindustrialisasi

Terlebih lagi, kini fokus Indonesia bukan pada industri komoditas, melainkan lebih kepada industri manufaktur.

Airlangga memberikan contoh, industri mesin dan perlengkapan tumbuh sebesar 9,94%. Selain itu, sektor logam Indonesia telah memproduksi stainless steel dengan nilai ekspor Rp5 miliar. Sedangkan, tekstil dan produk tekstil tumbuh 8,73%.

"Jadi siapapun yang mengatakan sedang terjadi deindustrialiasasi. Itu tidak benar," tukasnya.

Sebelumnya, calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyebut Indonesia tengah mengalami deindustrialisasi, pada debat terakhir, Sabtu (13/4) lalu.

"Telah terjadi deindustrialisasi. Kalau negara lain industrialisasi, kita deindustrialisasi. Sekarang Indonesia tidak produksi apa-apa, kita hanya bisa menerima bahan produksi dari bangsa lain," kata Prabowo.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More