Taipan Ambil Peran Besar dalam Pemilu India

Penulis: Tesa Oktiana Surbakti Pada: Senin, 15 Apr 2019, 10:30 WIB Internasional
Taipan Ambil Peran Besar dalam Pemilu India

Sachin KUMAR / AFP
Perdana Menteri (PM) India, Narendra Modi

PARA taipan India memain kan peran penting dalam pesta demokrasi di negara dengan penduduk terbesar dunia tersebut. Pendanaan kampanye hingga dukungan secara diam-diam, menjadi isu panas yang terus berkembang.

Perdana Menteri (PM) India, Narendra Modi, diketahui mendapat dukungan pendanaan besar dari para investor. Kalangan pengamat memandang hal itu meningkatkan kekhawatiran mengenai integritas proses demokrasi.

Di lain sisi, pemimpin Partai Kongres, Rahul Gandhi, berupaya memanfaatkan kesepakatan jet tempur yang melimbatkan pengusaha Anil Ambani. Sementara itu, taipan Vijay Mallya dan Nirav Modi, menjaring dukungan dari Inggris.

Jajak pendapat di India pun semakin mahal. Kandidat partai dinilai cukup bergantung pada sokongan dana dari pengusaha anonim. Alhasil, transparansi terbilang minim dan kental dengan konflik kepentingan.

"Situasi pesta demokrasi di India memiliki kecenderungan menuju plutokrasi atau dikuasai kaum pemilik modal. Pengaruh investor yang tidak terkendali, bisa berdampak serius terhadap kebijakan pemerintah," ujar Niranjan Sahoo, dari lembaga think tank Research Institute Observer.

Baca Juga: Taipan Berperan Besar Dalam Pesta Demokrasi India

Pusat Studi Media yang berbasis di New Delhi, memperkirakan dana sekitar US$5 miliar mengalir sepanjang Pemilihan Umum (Pemilu) 2014. Hasil pemilu membuka jalan bagi Partai nasionalis Hindu Bharatiya Janata (BJP) untuk berkuasa.

Dana kampanye pada periode tersebut naik dari Pemilu 2009 sebesar US$2 miliar. Kelompok peneliti itu menilai anggaran kampanye yang dikucurkan pada Pemilu 2019 bisa mencapai US$7 miliar. Artinya, pesta demokrasi India menjadi salah satu yang paling mahal secara global.

"Pemilu semakin mahal karena berbagai alasan struktural. Pertumbuhan populasi, meningkatnya persaingan politik, ekspektasi pemilih mendapat bujukan dalam bentuk uang tunai, berikut perkembangan teknologi, membuat biaya untuk media dan penjangkauan digital lebih besar," jelas peneliti senior dari Carnegie Endowment for International Peace, Milan Vaishnav.

Menurun

Para analis memandang aliran dana tradisional, seperti dari keanggotaan partai, terus menurun. Alhasil, partai semakin bergantung kepada pendonor kaya untuk mendanai kampanye mereka.

Menurut data yang dihimpun Association for Democratic Reforms (ADR) sebagai lembaga pengawas pemilu, menunjukkan bahwa pada 2017-2018, perusahaan dan individu berkontribusi 12 kali lebih besar pada Partai BJP daripada enam partai nasional lainnya, termasuk Partai Kongres.

Partai BJP diketahui menyimpan dana sebesar 4,37 miliar rupe atau setara US$63,3 juta, sedangkan Partai Kongres hanya menyimpan dana sekitar 267 rupe. Dari situ, tecermin disparitas pendanaan yang relatif besar dalam pemilu.

Pemerintah India di bawah kepemimpinan Modi mengklaim telah menindak dana gelap dalam dunia politik. Langkahnya, dengan menurunkan batasan jumlah sumbangan tunai dari 20 ribu rupe menjadi 2.000 rupe.

Akan tetapi, kalangan kritikus menilai lebih mudah bagi entitas kaya untuk menyumbang ke partai politik. Setidaknya, dana dari perusahaan berkontribusi 92% terhadap total sumbangan yang diterima Partai BJP periode 2017-2018.

Di lain hal, kubu oposisi menuding pemerintah telah menghapus batasan sumbangan perusahaan sejak dua tahun lalu. Kemudian, memperkenalkan skema pendanaan yang dapat diberikan secara anonim melalui obligasi pemilu yang dibeli dari perbankan. Mahkamah Agung India juga telah memerintahkan sejumlah partai politik untuk mengungkap identitas pendonor. (AFP/I-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More