Tambahan 10.000 Kuota Haji Patut Diapresiasi

Penulis: Insi Nantika Jelita Pada: Senin, 15 Apr 2019, 08:11 WIB Humaniora
Tambahan 10.000 Kuota Haji Patut Diapresiasi

ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho
Jamaah calon haji asal Kabupaten Batang berada di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah.

SALAH satu hasil kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Arab Saudi adalah bertambahnya jumlah kuota haji Indonesia sebanyak 10.000 jemaah. Tambahan 10.000 kuota haji itu patut mendapat apresiasi.  Saat ini, kuota jemaah haji ini sebanyak 221.000 jamaah.

Keputusan penambahan kuota haji ini disampaikan saat pertemuan Presiden Jokowi dengan Raja Kerajaan Arab Saudi, Raja Salman di Istana Pribadi Raja (Al-Qahr al-Khas) di Riyadh, Minggu (14/4).

Penegasan keputusan itu juga disampaikan kembali oleh Putera Mahkota Kerajaan, Muhammad Bin Salman, yang melakukan pertemuan dengan Presiden Jokowi pada hari yang sama.

Baca juga: Pengadaan Akomodasi Jemaah Haji Indonesia Masuk Tahap Kontrak

Penambahan kuota haji ini akan mengurangi daftar tunggu jamaah haji Indonesia yang saat ini rata-rata mencapai 18 tahun. Bahkan di daerah Sulawesi Selatan, daftar tunggu jemaah haji mencapai 40 tahun.

"Tambahan ini merupakan upaya diplomasi Presiden Jokowi yang secara khusus kepada Pemerintahan Kerajaan Arab Saudi. Kalau bukan karena memiliki kedekatan diplomatik antara Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi dengan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi saat ini, penambahan ini sulit untuk dilakukan," ungkap Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily dalam sebuah pernyataan resmi, Senin (15/4).

"Karena itu, sebagai Pimpinan Komisi VIII, kami patut mengapresiasi hasil kunjungan Presiden Jokowi ke Arab Saudi itu," pungkas anggota DPR  dari Fraksi Partai Golkar itu. (RO/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More