Hak Pilih Warga pada 17 April Harus Dijamin Penuh

Penulis: Dhika Kusuma Winata Pada: Minggu, 14 Apr 2019, 23:10 WIB Politik dan Hukum
Hak Pilih Warga pada 17 April Harus Dijamin Penuh

MI/Rommy Pujianto
Direktur Eksekutif Perludem Titi ANggraini

DIREKTUR Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini mendorong penyelenggara pemilihan umum untuk menjamin hak pilih warga secara penuh pada hari pencoblosan 17 April mendatang.

Hal itu, ucapnya, berkaca dari kejadian adanya sejumlah pemilih yang tidak terlayani pada pemungutan suara luar negeri di Sydney, Australia.

"Pada dasarnya hak pilih warga harus dilayani dengan baik. Tidak boleh ada warga yang tercederai hak pilihnya," ujar Titi saat dihubungi, Minggu (14/4).

Ia mengatakan kejadian di Sydney menjadi pembelajaran penting untuk penyelenggaraan pemungutan di dalam negeri. Segala prosedur, tata cara, perlengkapan, dan keperluan untuk pemungutan suara serta penghitungan suara harus dilakukan profesional dan sebaik mungkin.

Baca juga : KPU Minta TPS Layani Pemilih secara Maksimal

"Itu penting agar pemenuhan hak pilih warga sesuai prosedur yang ada benar-benar terlindungi," imbuhnya.

Terkait kasus Sydney, Titi mengatakan perlu tindak lanjut dan investigasi dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk memastikannya.

"Apakah kasus itu merupakan kesalahan prosedur pemungutan suara atau ketidakprofesionalan penyelenggara yang berakibat hilangnya hak pilih warga. Harus ada rekomendasi nantinya daei Bawaslu untuk tetap menjamin hak mereka melalui pemungutan suara bagi yang tidak terlayani," jelasnya.

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More