UTBK Tekan Potensi Kecurangan

Penulis: Syarief Oebaidillah Pada: Senin, 15 Apr 2019, 06:45 WIB Humaniora
   UTBK Tekan Potensi Kecurangan

ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi
UTBK merupakan tahapan yang harus dilalui calon mahasiswa untuk melihat kemampuan sebelum mengikuti SBMPTN

PELAKSANAAN ujian tulis berbasis komputer (UTBK) untuk Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2019 pada Sabtu (13/4) dan kemarin berjalan lancar. Selain memberi kemudahan pada peserta, sistem UTBK dinilai mampu menekan kecurangan.

“UTBK memberi banyak kemudahan bagi peserta, termasuk tes dapat dilakukan di setiap provinsi dan peserta bisa ikut ujian sampai dua kali,” ujar Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi  Mohamad Nasir seusai melihat pelaksanaan UTBK di Kampus UI Salemba, Jakarta, Sabtu (13/4).

Sebelumnya ia juga memonitor pelaksanaan UTBK di seluruh Tanah Air melalui teleconference dengan panitia setempat, mulai Papua yang paling awal menggelar UTBK hingga Aceh.

Nasir menjelaskan, nilai hasil UTBK bisa diketahui 10 hari setelah tes. Panitia akan mengumumkannya beserta rata-rata nilai dari seluruh peserta secara nasional. Peserta UTBK bisa mendaftar SBMPTN ke perguruan tinggi yang dituju dengan nilai tersebut.

“Batas nilai agar diterima di suatu PTN (passing grade) memang belum diketahui. Tergantung dari yang mendaftar. Misalnya yang mendaftar 2.000, sementara kuota 200, maka diambil nilai teratas,” jelas dia.

Hal senada juga disampaikan Ketua Pelaksana Eksekutif Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Budi Prasetyo Widyobroto. “Karena tahun ini baru pertama kali UTBK, jadi belum ada gambaran (passing grade). Tahun depan baru terlihat, misalkan, nilai 600 atau 700 itu bisa masuk ke Kedokteran UI,” terang Budi.

Meski demikian, lanjutnya, LTMPT akan memberikan data statistik yang dapat digunakan calon mahasiswa sebagai panduan menentukan PTN yang dituju. “Sekarang ini kita bisa bantu masyarakat dengan 24 kali UTBK. Setiap sesi akan kita informasikan nilai peserta, juga nilai ter­tinggi, terendah, dan rata-ratanya sehingga dari situ terakumulasi sampai UTBK sesi ke-24,” imbuh Budi.

Soal berbeda-beda
Pada kesempatan sama, Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Ravik Karsidi menyatakan pelaksanaan UTBK untuk SBMPTN kali ini berbeda dengan tes pada SBMPTN tahun lalu sebab penyelenggaraannya secara bergelombang dan seluruhnya berbasis komputer. Tidak ada lagi tes menggunakan kertas dan pensil.

“Dalam UTBK ini soalnya ada berpuluh-puluh set. Dalam satu ruangan ujian, antarpeserta tidak bisa saling sontek karena soalnya berbeda-beda. Walaupun (soal) tidak sama, tetap setara. Sistem kesetaraan ini bisa kita pertanggungjawabkan secara ilmiah,” ungkap Ravik.

Tahun ini, UTBK diadakan 24 sesi yang terbagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama berlangsung 13 April-4 Mei 2019. Gelombang kedua pada 11-26 Mei 2019. Adapun periode pendaftaran SBMPTN pada 10-24 Juni 2019.

UTBK dilaksanakan di seluruh Tanah Air, setiap Sabtu dan Minggu. Per hari digelar dua sesi. Peserta yang telah mendaftar UTBK di gelombang pertama dan kedua bisa mengikuti UTBK dua kali. Namun, peserta yang mendaftar hanya di gelombang kedua hanya dapat mengikuti satu kali ujian. Tercatat, pendaftar UTBK gelombang pertama mencapai 698.505 peserta, adapun gelombang kedua 597.115 peserta. (AU/LN/FR/AT/H-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More