Minggu 14 April 2019, 21:05 WIB

Pemkab Lombok Utara sebut dana 74 ribu rumah selesai dibicarakan

Yusuf Riaman | Nusantara
Pemkab Lombok Utara sebut dana 74 ribu rumah selesai dibicarakan

Antara/Ahmad Subaidi
Bupati Lombok Utara Najmil Akhyar bersama Ketua Kadin Indonesia Rosan Perkasaa Roeslani meresmikan Desa Tangguh Wisata

 

HINGGA  saat ini Pemerintah Kabupaten Lombok Utara telah mengeluarkan 26 SK untuk rehab rekon sebanyak 74 ribu rumah warga yang rusak akibat gempa beberapa bulan lalu.

"Itu jumlah seluruhnya baik rusak berat, sedang maupun rusak ringan," kata Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar kepada wartawan usai serah terima bantuan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Pencanangan Desa Tangguh Wisata di Tanak Song Lauk, Desa Jenggala, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (14/4).

Menurut Najmul, hingga saat ini rehab rekon hunian warga terus berproses dan setiap hari hampir 500 petugas BRI yang dikerahkan untuk melayani masyarakat membuka maupun mendebet rekening dari rekening pribadi ke rekening kelompok masyarakat (pokmas).

Dia menjelaskan untuk dana dari 74 ribu itu sudah selesai dibicarakan, "Terakhir kemarin Pak Presiden mengirim Rp998 miliar yang ke Lombok Utara setelah itu akan dikirim lagi, insya Allah," katanya.

Untuk fasilitas umum seperti sekolah dan masjid, lanjutnya, progresnya sudah bagus, baik yang dibangun pemerintah maupun pihak ketiga hampir merata terbangun.

Ketua umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani mengatakan, saat ini, Kadin Indonesia sedang mengerjakan 300 unit Risba tahan gempa untuk rehabilitasi rumah rakyat di Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat dan Lombok Utara.

Terkait Desa Tangguh Bencana, Rosan optimis sebanyak 2.000 wisatawan setiap hari diyakini akan mengunjungi Desa Tangguh Wisata di Tanak Song Lauk (TSL), yang saat ini sedang dibangun sebagai bagian dari percepatan rehabilitasi Lombok.

"Kami mencanangkan pembangunan Desa Tangguh Wisata Kadin Tanak Song Lauk, karena kami menilai kawasan ini  memiliki potensi  pariwisata untuk dapat dikembangkan," kata Rosan.

Dibangunnya Desa Wisata oleh Kadin ini sebagai komitmen secara proaktif turut membangkitkan perekonomian lokal masyarakat Lombok, salah satunya diwujudkan dengan memberdayakan potensi daerah maupun masyarakat setempat.

Baca juga : Kemensos Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Lombok

"Kami mencanangkan pembangunan Desa Tangguh Wisata Kadin Tanak Song Lauk, karena kami menilai kawasan ini memiliki potensi  pariwisata untuk dapat dikembangkan," kata Rosan.

Menurutnya, TSL memiliki keunikan tersendiri karena lokasi dusun berada di bibir pantai yang indah dengan penghasilan utama masyarakat sebagai nelayan serta keramahan penduduk dan terbuka dengan pembangunan yang sudah tertanam dengan baik.

TSL memiliki harmoni yang sempurna yaitu keserasian antara alam, orang dan budaya.

Dikatakannya, melihat potensi TSL, Kadin tergerak untuk membantu memulihkan dan membangkitkan perekonomian masyarakat dengan menjadikan TSL sebagai percontohan desa wisata.

Langkah ini sebutnya, tidak hanya dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan perekonomian masyarakat, tapi diharapkan juga dapat memberikan kontribusi untuk Pemerintah Daerah," kata Rosan.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Properti, Hendro S. Gondokusumo mengatakan rencana pengembangan sebagai desa wisata didukung pula dengan adanya lahan yang dapat dikembangkan, rencana jalan lingkar yang akan melewati TSL dan juga posisinya yang strategis serta dekat dengan ibukota Kabupaten Lombok Utara.

Luas keseluruhan TSL adalah 72 hektar  dan wilayah yang akan direhabilitasi sebagai desa wisata adalah wilayah RT 08 seluas 1,2 hektare. Pada area tersebut akan dibangun sebanyak 33 unit rumah, ditambah fasilitas umum dan fasilitas sosial berupa unit pengolahan ikan, pabrik es, restoran, area pertunjukan, serta kandang sapi yang akan dikembangkan di tanah milik desa.

Hendro mengatakan, TSL layak dikembangkan sebagai kawasan wisata dengan syarat perlu dilakukan beberapa usaha perbaikan sarana dan prasarana penunjang lainnya, utamanya infrastruktur jalan.

Baca juga : Rumah Rusak akibat Gempa Beruntun di Lombok Timur Capai 4.589

"Konsep yang kami gunakan dalam merancang kawasan Desa Tangguh Wisata TSL adalah pembangunan berkelanjutan yang terintegrasi dan tangguh terhadap bencana," ujarnya.

Pembangunan rumah penduduk memerlukan waktu sekitar 6 bulan. Desa Tangguh Wisata Kadin TSL akan terdiri dari 2 bagian wilayah utama, yakni permukiman penduduk yang sekaligus berfungsi sebagai tempat menginap para wisatawan. Kedua, fasilitas umum dan fasilitas sosial yang berada di lahan milik desa..

"Keseluruhan integrasi dari fasilitas-fasilitas ini akan menjadikan perekonomian masyarakat TSL berputar secara berkesinambungan dengan memaksimalkan potensi dan kearifan lokal," ujarnya. (OL-8)

Baca Juga

Dok MI

Pengendara Motor di Sikka Tewas Tabrak Tronton Terparkir

👤Gabriel Langga 🕔Jumat 29 Mei 2020, 15:20 WIB
TRUK tronton yang mengalami ban pecah memarkir kendaraanya tanpa segitiga pengaman dan isyarat lampu. Pengendara motor dalam kecepatan...
MI/Cikwan Suwandi

Persiapan New Normal Kota Bengkulu Gelar Rapid Test Massal

👤Marliansyah 🕔Jumat 29 Mei 2020, 15:10 WIB
DINAS Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu, Bengkulu, melakukan rapid test kepada 1.200 individu yang diduga melakukan kontak langsung dengan...
MI/Adi Kristiadi

Pimpinannya Positif Covid-19, Puskesmas di Medan Ditutup

👤Puji Santoso 🕔Jumat 29 Mei 2020, 14:55 WIB
SEJUMLAH Puskesmas di Medan menghentikan pelayanannya kepada masyarakat setelah Kepala Puskesmas terkonfirmasi positif...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya