Program Kependudukan Indonesia Dipuji Internasional

Penulis: (Hym/S2-25) Pada: Senin, 15 Apr 2019, 08:30 WIB Humaniora
Program Kependudukan Indonesia Dipuji Internasional

Dok BKKBN
Filipina ialah salah satu yang telah memulai kolaborasi internasionalnya di bawah semangat program kerja sama selatan-selatan atau SSTC

PROGRAM kependudukan yang dijalankan oleh Indonesia diakui berjalan sukses oleh negara-negara di dunia sehingga mereka ingin menjalin kerja sama atau berbagi pengalaman langsung dengan kita. Hal ini mengemuka dalam konferensi UN High Level on Buenos Aires Plan of Action (BAPA) the 40th Anniversary of South-South Cooperation Commemoration di Buenos Aires, Argentina, 18- 22 Maret 2019 dan Sidang UN CPD ke-52 di Amerika Serikat pada 1-5 April 2019.

“Di samping sidang-sidang umum, kita juga memanfaatkan momentum tersebut untuk menarik negara lain untuk bisa belajar ke Indonesia dan kita proaktif juga untuk meminta negara-negara yang  memiliki keunggulan komparatif,” ujar Sekretaris Utama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Nofrijal, saat wawancara di kantornya, Jumat (12/4). BKKBN telah mengelola program kependudukan, keluarga berencana (KB), dan pengembangan keluarga di Indonesia. Misalnya GenRe, atau program Generasi yang Direncanakan, yang dilaksanakan melalui Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) baik di sekolah maupun di masyarakat.

Nofrijal mengatakan beberapa negara yang tertarik untuk berbagi pengalaman langsung dalam program penanaman pemuda untuk mempersiapkan bonus demografis. Mereka memulai untuk  mengembangkan kerja sama multilateral, di bawah dukungan lembaga donor seperti United Nations Population Fund (UNFPA). Filipina ialah salah satu yang telah memulai kolaborasi internasionalnya di bawah semangat program kerja sama selatan-selatan atau South-South and Triangular Cooperation (SSTC). Salah satu kegiatan itu disebut Knowledge Sharing Program for Autonomous Region Muslim Mindanao of the Philippines Youth Muslim Leaders atau ARMM. Program itu telah dimulai sejak tujuh tahun lalu, dan memiliki sekitar 100 peserta yang berkunjung ke Indonesia.

Mereka diwakili para pemimpin pemuda dan pejabat menengah hingga senior dari otoritas Mindanao. Melalui program ARMM, kata Nofrijal, pemimpinpemimpin muda muslim dari Mindanao dapat berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang upaya pemuda dalam keluarga berencana, seperti penundaan usia pada pernikahan pertama, yaitu usia minimum 20 tahun untuk perempuan dan usia minimum 25 tahun untuk pria . Berdasarkan data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017, usia rata-rata pada pernikahan pertama di Indonesia menjadi lebih baik selama periode tersebut, tercatat 20,9 tahun untuk perempuan.

Nofrijal melanjutkan, negara lain yang sudah lama ingin belajar ke Indonesia ialah Maladewa tentang layanan KB atau kontrasepsi, pelatihan bidan dan dokter, serta peranan tokoh agama dalam menyelesaikan isu-isu kependudukan dan kesehatan keluarga. Negara tetangga lainnya, yaitu Timor Leste juga senang mengunjungi kampung Kalijiodo di Jakarta dan berbagi pengalaman mereka dengan Indonesia dalam mengembangkan desa Keluarga Berencana di tingkat akar rumput, untuk memelihara replikasi implementasi program keluarga berencana komprehensif mulai dari daerah terpencil.

BKKBN juga menyambut delegasi dari Republik Seychelles pada 2017 dan 2018 untuk berbagi pengalaman tentang program pemuda, terutama hubungan keluarga antara orang tua dan anakanak. Untuk diketahui, dalam forum internasional, BKKBN tahun lalu juga menyelenggarakan konferensi internasional tentang populasi dan kesehatan di Malang, Jawa Timur, yang terutama membahas potensi pemuda untuk memaksimalkan dividen demografi di seluruh wilayah Asia Tenggara. “Pemerintah Indonesia di forum itu menegaskan kembali komitmen penuhnya dalam memperkuat kolaborasi antara negara-negara selatan-selatan di bidang kependudukan, keluarga berencana, dan pengembangan keluarga, dalam memanfaatkan bonus denografi di seluruh kawasan,” pungkas Nofrijal. (Hym/S2-25)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More