Minggu 14 April 2019, 06:10 WIB

Jokowi Mantabkan Ekonomi Prabowo Salahkan Masa Lalu

Nur Aivanni | Politik dan Hukum
Jokowi Mantabkan Ekonomi Prabowo Salahkan Masa Lalu

MI/RAMDANI
Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin (kiri), pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

 

USAI sudah lima serial debat capres-cawapres Pilpres 2019 yang dimulai sejak gelaran perdana di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (17/1).

Tadi malam, pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan pasangan calon dengan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menutup debat kelima di Hotel Sultan, Jakarta.

Dalam pesan penutup debat bertema Ekonomi, kesejahteraan sosial, keuangan, investasi, perdagangan, dan industri itu capres Jokowi mengatakan, untuk menjadi negara maju tentu kita akan menghadapi tantangan besar.

"Kita wajib bersyukur atas segala pencapaian. Inflasi terjaga, tingkat pengangguran terus turun, dan angka kemiskinan satu digit. Kita harus optimistis. Saya dan Pak Kiai Ma'ruf menjamin persahabatan dengan Pak Prabowo dan Pak Sandi tidak pernah putus. Sebagai anak bangsa (kita) jangan bermusuhan," kata Jokowi.

Sementara itu, capres Prabowo mengucapkan terima kasih kepada semua kelompok yang telah mendorong gerakan Koalisi Adil Makmur. "Kami akan melaksanakan pakta integritas dan ijtima ulama. Kepada relawan dan emak-emak yang telah memberi uang, Prabowo-Sandi akan membela kalian."

Di bagian lain debat, Jokowi mengemukakan pembangunan berkeadilan tetap menjadi fokus pemerintahan. Pembangunan yang mengusung Indonesia-sentris akan menumbuhkan titik ekonomi baru. Di sisi lain, kemandirian ekonomi juga menjadi fokus utama pemerintahannya kelak bersama Ma'ruf Amin. "Blok Mahakam, Rokan, dan Freeport yang dulu dikuasai asing kini dikuasai negara. Ini penting sekali untuk kemandirian bangsa."

Pada bagian lain, capres Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia harus berani merencanakan pembangunan industrialisasi, menciptakan lapangan kerja, dan melindungi petani.

"Jadi, saya tidak salahkan Bapak karena ini kesalahan besar presiden-presiden sebelum Bapak. Kita semua bertanggung jawab," kata Prabowo.

Komandan Satgas Bersama Partai Demokrat untuk Pileg dan Pilpres 2019, Agus Harimurti Yudhoyono, memberikan tanggapan atas pernyataan Prabowo tersebut.

"Kita harus melihat secara objektif setiap generasi kepemimpinan pasti telah melakukan berbagai capaian baik di bidang ekonomi, politik, keamanan, dan kesejahteraan rakyat. Segala yang dilakukan generasi dahulu wajib diapresiasi. Kami ingin para pemimpin terus menghargai para pendahulu dengan semangat menjadi lebih baik dari pendahulunya," tandas Agus.

Wakil Sekjen Partai Demokrat, Rachland Nashidik, pun mengunggah cicitannya di akun Twitter miliknya pada pukul 21.59 tadi malam.

"Pak Prabowo sebenarnya sedang berdebat dengan siapa? Kenapa justru Pak SBY yang diserang?"
Pengusaha Dato Sri Tahir mengatakan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,17% pada 2018 bukan sekadar angka.

Fokus yang dicanangkan Jokowi dalam membangun infrastruktur dinilai bisa memberikan dampak pada percepatan pertumbuhan ekonomi di masa depan.

"Saya lihat Indonesia menikmati (pertumbuhan) 5,17%. Kita semua tahu isinya ialah infrastruktur dan itu tepat. Jokowi telah memilih yang tepat," kata Tahir di studio Medcom.id, Jakarta. (Pol/Ins/*/X-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More