Sabtu 13 April 2019, 23:31 WIB

Pengamat Sebut Capres-Cawapres 02 tidak Out of The Box

Insi Nantika Jelita | Politik dan Hukum
Pengamat Sebut Capres-Cawapres 02 tidak Out of The Box

Antara Foto/WAHYU PUTRO A
Paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno

 

EKONOM dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Ari Kuncoro menilai  pasangan calon presiden dan calon wakil presiden no urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dinilai tidak memiliki pemikiran yang out of the box dan konstruktif dalam memahami persoalan ekonomi.

Hal itu, kata Ari, terlihat dalam jawaban yang mereka utarakan dalam debat, Sabtu (13/4) malam. Ari yang juga dekan FEB UI mencontohkan ucapan Sandiaga tentang seorang ibu yang mengeluhkan tarif listrik yang katanya terus naik.


Menurut Ari, seorang pemimpin bukan sekadar mendengarkan keluhan orang per orang tapi juga mencari solusi untuk menyelesaikannya. "Dalam manajemen, ekonomi itu bukan untuk menyenangkan satu pihak. Harus bisa dilihat persoalan besarnya sehingga keputusan yang diambil tidak merugikan pihak lain. Bukan sekadar menerima keluhan orang per orang," kata Ari.

Terlepas dari persoalan itu, kementerian ESDM juga telah nemutuskan bahwa tidak ada kenaikan listrik dalam enam bulan terakhir. PT PLN (Persero) pada 1 Maret 2019 juga telah resmi menurunkan tarif listrik untuk 21 juta rumah tangga pelanggan R-1 900 Volt Ampere (VA). Penurunan tarif listrik itu akan dilakukan dalam rangka pemberian insentif.

Dengan insentif tersebut, per 1 Maret 2019, 21 juta pelanggan R-1 900 VA yang selama ini membayar tagihan listrik sebesar Rp1.352 per kWh dipangkas menjadi Rp1.300 per kWh.

Penurunan tarif listrik dilakukan karena PLN bisa melakukan efisiensi. Efisiensi tersebut antara lain berbentuk penurunan susut jaringan, perbaikan SFTC (Specified Fuel Consumption), dan peningkatan Factor Capacity pembangkit.

Hal lainnya yang juga disoroti Ari adalah mengenai pernyataan Prabowo yang menyebut maskapai nasional merugi. "Lucunya dia menyinggung soal tingginya tarif yang justru jadi pemasukan buat maskapai. Harusnya dia mencarikan solusi bagaimana caranya maskapai itu efisien, misalnya menurunkan harga avtur atau memangkas layanan dalam kabin tapi tetap mengutamakan keselamatan," ucap Ari.

"Saya tidak tahu kenapa jawaban itu tdak keluar dari Prabowo, entah gugup atau apa. Begitu juga pendapatnya soal nilai tukar petani, jawabannya berputar-putar. Beda dengan petahana yang punya konsep jelas mengenai nilai tukar petani. Ada platform, tidak terlalu tinggi tapi juga jangan terlalu rendah," tegasnya.(OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More