Jumat 12 April 2019, 23:45 WIB

SpaceX Lakukan Peluncuran Komersial Perdana

AFP/Denny Parsaulian Sinaga/I-1 | Internasional
SpaceX Lakukan Peluncuran Komersial Perdana

Gregg Newton / AFP
Pengunjung di pantai Playalinda menyaksikan roket Falcon Heavy yang diluncurkan dari Kennedy Space Center di Florida, AS, Kamis (11/4).

 

SPACEX melakukan peluncuran komersial pertamanya pada Kamis (11/4). Peluncuran ini menggunakan roket Falcon Heavy untuk memudahkan satelit telekomunikasi Saudi ke orbit.

Roket putih terang itu naik dengan suara keras dan menyemburkan asap abu-abu tebal ke tanah saat ia naik ke langit biru jernih di atas Cape Canaveral, Florida.

Sekitar 34 menit setelah lepas landas, satelit perak mengilap dilepaskan. Staf di ruang kontrol pun bersorak dan bertepuk tangan.

Sebelumnya, penonton yang riuh berteriak bersama dengan peluncuran yang mereka saksikan langsung sambil menghitung mundur 10 detik hingga lepas landas.

“Roket Falcon Heavy berbiaya 5,1 juta pound sterling atau lebih dari harga selusin jetliner,” kata SpaceX.

Roket itu membawa satelit Arab Saudi yang dioperasikan Arabsat. Setahun sebelumnya SpaceX juga mengirim mobil Tesla merah milik pendiri SpaceX Elon Musk ke orbit sebagai tes.
Falcon Heavy dijadwalkan lepas landas dari Kennedy Space Center pada Rabu (10/4), tetapi tertunda karena angin kencang di atmosfer atas.

Tugas roket itu ialah menempatkan satelit Arabsat-6A seberat enam ton ke dalam orbit geostasioner sekitar 36 ribu kilometer dari bumi. Tugasnya mulus tanpa hambatan.

Satelit ini dirancang untuk menyediakan televisi, internet, telepon, dan komunikasi aman kepada pelanggan di Timur Tengah.

Dua dari mereka, seperti yang direncanakan, mendarat dengan selamat kembali di pad Cape Canaveral. Itu ialah tontonan yang cukup menghibur dengan booster yang turun dengan lembut secara vertikal.

Yang ketiga mendarat juga sesuai rencana di sebuah tongkang di Atlantik.
SpaceX memiliki dua roket operasional, yakni Falcon 9 dengan 21 peluncurannya pada 2018 mendominasi pasar AS dan Falcon Heavy yang dirancang untuk mengangkat muatan yang jauh lebih berat ke dalam orbit yang lebih jauh.

Falcon Heavy ini setara dengan tiga roket Falcon 9 yang dikombinasikan sehingga menghasilkan dorongan tiga kali lipat lebih besar. Pada peluncuran pertama Falcon Heavy pada Februari 2018, boneka yang dijuluki Starman ditempatkan di belakang kemudi roadster Musk, saat ini mengorbit antara bumi dan Mars.

Sejak itu, klien militer dan swasta AS telah menandatangani kontrak untuk peluncuran Falcon Heavy.

Di sisi lain, Israel gagal mendaratkan pesawat angkasa luarnya di bulan. Kendaraan antariksa bernama Beresheet itu menabrak permukaan bulan pada Jumat (12/4) WIB karena ada masalah di bagian mesinnya.

“Kami gagal, tapi setidaknya sudah mencoba,” kata Morris Kahn, pencetus proyek dan pendukung utama pendaratan Beresheet di bulan. “Saya pikir, pencapaian yang luar biasa,” sambungnya. (AFP/Denny Parsaulian Sinaga/I-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More