Kampanye di Sukabumi, Jokowi Minta Warga Hati-Hati dengan Hoaks

Penulis: Benny Bastiandy Pada: Kamis, 11 Apr 2019, 16:24 WIB Politik dan Hukum
Kampanye di Sukabumi, Jokowi Minta Warga Hati-Hati dengan Hoaks

MI/Ramdani
Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo menyampaikan orasi politiknya saat kampanye terbuka di Gedung PLUT

CALON Presiden nomor urut 01, Joko Widodo, curhat di hadapan puluhan ribu pendukungnya saat berkampanye akbar di Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Cikembang, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (11/4). Jokowi mengaku terus diserang isu-isu fitnah dan kabar bohong.

"Sekarang ini di bawah mulai banyak isu-isu miring. Hoaks. Kabar bohong, kabar fitnah. Banyak sekali. Hati-hati. Saya minta hati-hati. Saya minta bapak-bapak, saudara-saudara sekalian, terutama juga yang mulia para ulama, meluruskan kalau ada hal-hal yang bisa membuat keresahan masyarakat," kata Jokowi kepada para pendukungnya saat berorasi politik, Kamis (11/4).

Ia mencontohkan fitnah dan hoaks yang menyerang dirinya dan Ma'ruf Amin salah satunya soal larangan azan apabila mereka menang Pemilu 2019. Jokowi pun menegaskan isu itu bohong dan menjurus fitnah.

"Itu bohong. Itu fitnah. Tidak mungkin. Cawapres kita (KH Ma'ruf Amin) itu Ketua Majelis Ulama Indonesia. Kita ini adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Tidak mungkin itu (larangan azan) dilakukan. Siapa pun presidennya enggak mungkin melakukan itu. Benar?" ujar Jokowi.

Baca juga: Jokowi Ajak Pendukungnya di Solo Kubur Hoaks

Fitnah lainnya terkait isu dihapuskannya mata pelajaran Pendidikan Agama Islam jika pasangan Jokowi-KH Ma'ruf Amin menang. Lalu ada juga fitnah soal melegalkan perkawinan sejenis.

"Ini fitnah. Fitnah. Tolong diluruskan. Ini adalah fitnah keji yang pernah saya dengar. Ini fitnah yang sangat murahan," tuturnya.

Jokowi mengatakan hampir 4,5 tahun diserang fitnah dan hoaks, dirinya selalu bersabar. Namun sekarang berbagai serangan fitnah dan hoaks itu sudah saatnya dijawab dan diluruskan.

"Saya ini 4,5 tahun ini saya diam. Saya difitnah, saya diam. Saya dihina, saya diam. Saya dicaci maki, saya juga diam. Saya dicela habis-habisan, saya juga diam. Di dalam hati, saya hanya menyampaikan sabar. Yaa Allah, sabar Yaa Allah, sabar Yaa Allah, sabar Yaa Allah. Tetapi sekarang ini harus saya jawab fitnah-fitnah itu," pungkasnya.(OL-5)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More