Menteri LHK-Sekjen ASEAN Bahas Isu Kehutanan dan Lingkungan

Penulis: mediaindonesia.com Pada: Kamis, 11 Apr 2019, 15:22 WIB Media LHK
Menteri LHK-Sekjen ASEAN Bahas Isu Kehutanan dan Lingkungan

Dok. KLHK
Menteri LHK Siti Nurbaya (tengah berbaju batik cokelat) bertemu dengan Sekjen ASEAN Dato Lim Jock Hoi (tengah pakai jas)

MENTERI Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengadakan pertemuan multilateral dengan Sekretaris Jenderal ASEAN, Dato Lim Jock Hoi, di Jakarta, Selasa (9/4).

Pertemuan tersebut membahas isu-isu hijau (green issues) serta pencemaran lingkungan (brown issues) yang ada di Indonesia. Pokok pembicaraan utama antara Menteri LHK dengan Sekjen ASEAN adalah pembentukan Pusat Koordinasi ASEAN untuk Pengendalian Polusi Asap Lintas Batas.

Sekjen ASEAN Dato Lim mengatakan pihaknya mengikuti pokok-pokok koreksi kebijakan di bawah Pemerintahan Presiden RI Joko Widodo di antaranya penataan ulang alokasi sumber daya hutan, komitmen Indonesia dalam kontribusi penurunan emisi gas rumah kaca dan pengendalian perubahan iklim, serta pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.

Baca juga: Menteri LHK: Akuntabilitas Kunci Utama Good Governance

Pihaknya juga menyadari langkah-langkah yang telah ditempuh Indonesia dalam mengatasi permasalahan lingkungan, seperti sampah di laut yang bersumber dari aktivitas berbasis daratan.

Turut hadir mendampingi Menteri Siti pada pertemuan tersebut antara lain Kepala Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi KLHK Agus Justianto, Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim Rhuanda Agung Sugardiman, Direktur Jenderal Pengendalian dan Pencemaran Kerusakan Lingkungan M.R. Karliansyah, Staf Ahli Menteri Bidang Industri dan Pedagangan Internasional Laksmi Dhewanti, Tenaga Ahli Menteri Bidang Evaluasi Kebijakan Luar Negeri Arif Yuwono, serta Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Raffles B. Panjaitan.(RO/OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More