Rabu 10 April 2019, 17:55 WIB

Soal Kasus Audrey, Kemendikbud Imbau Pelajar Bijak Gunakan Medsos

Syarief Oebaidillah | Humaniora
Soal Kasus Audrey, Kemendikbud Imbau Pelajar Bijak Gunakan Medsos

Dok MI
Direktur Pembinaan Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kemendikbud, Purwadi

 

KASUS pengeroyokan dan kekerasan pada Audrey, 14, siswi SMP Negeri 17 Pontianak oieh 12 pelajar SMA yang viral di media sosial (medsos) mendapat sorotan banyak pihak dan menuai keprihatinan pada dunia pendidikan.

Direktur Pembinaan Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kemendikbud, Purwadi, menyatakan keprihatinan mendalam pada kasus tersebut. Mengingat awal kasus kekerasan tersebut berawal dari penggunaan medsos, Purwadi mengimbau kepada seluruh sekolah dan pelajar agar bijak dalam menggunakan medsos.

Baca juga:LPSK Yakin Kepolisian Akan Usut Tuntas Kasus Penganiayaan

“Kami turut prihatin atas kejadian kekerasan pelajar di Pontianak. Saya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat. Kepada kepala sekolah dan guru harus selalu mengarahkan dan membimbing siswanya dalam menggunakan medsos, termasuk berita-berita hoaks,” ujar Purwadi saat dikonfirmasi Media Indonesia, Rabu (10/4).

Menurut Purwadi, berdasarkan laporan yang diterima, kasus ini terjadi di luar sekolah yang dilakukan oleh para siswi dari sekolah yang berbeda.  “Kasus ini sudah ditindaklanjuti aparat penegak hukum (APH) di Pontianak, “ cetusnya.

Saat ditanya, hukuman apa yang sepadan bagi pelaku kekerasan siswi tersebut, Purwadi mengutarakan korban dan pelaku sebaiknya tetap dilindungi hak pendidikannya.

“Sanksi pasti ada, namun kita tunggu hasil pemeriksaan dari aparat penegak hukum. Namun hak pendidikan anak jangan sampai tercerabut. Tentang pembinaannya kepada pelaku sebaiknya ditanyakan juga kepada Komisi Perlindungan Anak Indonesia atau KPAI,” pungkasnya. (OL-6)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More