Rabu 10 April 2019, 09:21 WIB

Polresta Pontianak Ambil Alih Kasus Penganiayaan Pelajar SMP

Antara | Nusantara
Polresta Pontianak Ambil Alih Kasus Penganiayaan Pelajar SMP

Ilustrasi
Ilustrasi bullying.

 

POLRESTA Pontianak secara resmi menangani kasus hukum penganiayaan oleh tiga siswa SMA terhadap seorang pelajar SMP hingga dirawat di salah satu rumah sakit di Pontianak.

"Secara resmi kami menarik kasus ini dari Polsek Pontianak Selatan untuk ditangani Polresta Pontianak," kata Kasatreskrim Polresta Pontianak Kompol Muhammad Husni Ramli, Selasa (9/4).

Ia menjelaskan, pihaknya sudah meminta keterangan dari ibu korban penganiayaan tersebut. Sementara, saat ini korban belum bisa dimintai keterangan karena masih dirawat di rumah sakit.

Sedangkan, tiga orang terduga pelaku, saat ini polisi juga belum memintai keterangannya. Pasalnya, saat ini polisi masih meminta keterangan dari para saksi.

"Untuk tiga terduga pelaku penganiayaan masih belum dilakukan pemeriksaan karena masih memeriksa saksi-saksi," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua KPPAD Kalbar Eka Nurhayati Ishak meminta kepada para awak media agar tidak vulgar memberitakan tentang anak, seperti kasus penganiayaan yang dilakukan beberapa siswa SMA terhadap satu siswa SMP yang terjadi beberapa minggu lalu.

Baca juga: KPAI Sesalkan Pengeroyokan Siswi SMP oleh 12 Siswi SMA

Ia menjelaskan, pemberitaan tentang anak tidak vulgar sudah diatur pada UU No.11/2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak yang mewajibkan pemberitaan kasus anak di bawah umur, baik pelecehan mau pun kekerasan agar tidak membuka identitas mereka secara langsung dengan maksud melindungi hak-hak anak tersebut.

"Guna meluruskan permasalahan pemberitaan, apalagi kasus ini sudah viral di media sosial, kami sudah melakukan koordinasi terhadap pihak-pihak sekolah yang bersangkutan. Kami berharap kepada seluruh masyarakat untuk tidak menyudutkan atau membuli kepada pelaku itu,," ujarnya.

Menurut dia, pihaknya, Jumat (5/4) sekitar pukul 13.00 WIB, menerima aduan dari korban yang didampingi oleh ibunya. Dalam aduan itu, korban melaporkan dirinya telah mengalami kekerasan fisik dan psikis, seperti ditendang, dipukul, diseret sampai kepalanya berbenturan ke aspal, selain itu korban hingga saat ini masih sedang diopname di salah satu rumah sakit di Pontianak.

"Dari pengakuan korban, pelaku utama penganiayaan ada tiga orang, sedangkan sembilan orang lainnya hanya sebagai penonton," katanya.

Dalam kesempatan itu, KPPAD Kalbar akan memberikan pendampingan yang sama, baik kepada korban maupun pelaku sebagai pendampingan trauma healingnya. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More