Senin 08 April 2019, 21:05 WIB

Tambang Intan Longsor, Dua Pekerja Tewas dan Tiga Masih Dicari

Denny S | Nusantara
Tambang Intan Longsor, Dua Pekerja Tewas dan Tiga Masih Dicari

MI/Denny S
Aktifitas penambangan intan (pendulangan) konvensional yang menjadi mata pencaharian utama warga Kecamatan Cempaka, Banjarbaru

 

BENCANA tanah longsor di lokasi penambangan (pendulangan) intan tradisional di Desa Pumpung, Kecamatan Cempaka, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, kembali terjadi.

Tercatat tujuh orang pekerja pendulangan intan tertimbun longsor, dua orang selamat, dua tewas, dan tiga orang masih dalam proses pencarian. Peristiwa longsor di lokasi pendulangan intan ini terjadi, Senin (8/4) siang.

Hujan yang turun dengan intensitas tinggi menyebabkan lobang galian tambang dengan kedalaman hingga belasan meter tersebut mengalami longsor.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalimantan Selatan, Wahyudin Ujud, mengatakan, hingga berita ini diturunkan upaya pencarian
korban longsor masih dilakukan.


Baca juga: Marak Kasus Buang Bayi di Purwakarta


"Upaya pencarian korban masih terus dilakukan. Sejauh ini dua orang sudah berhasil dievakuasi dan ditemukan meninggal dunia, tiga orang lainnya masih dalam pencarian," ujarnya.

Para pekerja pendulangan ini kesemuanya adalah warga Desa Sungai Tiung, Kecamatan Cempaka atau warga sekitar lokasi tambang. Tercatat dua pekerja yang selamat bernama Ardi dan Ipul sedangkan lima warga korban tertimbun longsor yaitu Askom, Jumat, Dumat, Oval, dan Aau.

Peristiwa bencana longsor di lokasi pendulangan intan ini sudah sering terjadi terutama saat musim penghujan.

Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Banjarbaru, Yunus Ariyadi, mengatakan bahwa kecelakaan longsor di pendulangan intan tradisional tersebut disebabkan cuaca buruk.

Pascakejadian tim SAR dibantu masyarakat masih berupaya melakukan pencarian korban. (OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More