Minggu 07 April 2019, 12:55 WIB

Surat SBY Sarankan Kampanye Akbar Menjunjung Kebhinekaan

Melalusa Susthira K | Politik dan Hukum
Surat SBY Sarankan Kampanye Akbar Menjunjung Kebhinekaan

MI/RAMDANI
Ketua DPP bidang Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean.

 

KETUA DPP bidang Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan surat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) soal gelaran kampanye akbar pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Gelora Bung Karno (GBK) ditujukan kepada petinggi Partai Demokrat agar mengonfirmasi sekaligus memberi saran agar kampanye berjalan sesuai asas kebhinekaan.

"Surat tersebut sebetulnya bukan surat protes, tetapi surat yang ditujukan kepada tiga petinggi Partai Demokrat, karena Pak SBY mendapat laporan terkait dengan rundown acara, jadi beliau bertanya kepada jajaran petinggi partainya. Beliau menyampaikan kepada kadernya untuk membuat acara tersebut se-Indonesia mungkin arahnya, jadi intinya, saran dari Pak SBY itu se-Indonesia mungkin, se-Berbhineka mungkin," ujar Ferdinand saat dikonfirmasi, Minggu (7/4).

Ferdinand pun menjelaskan tiga kader utama Partai Demokrat, yakni Ketua Wanhor PD Amir Syamsudin, Waketum PD Syarief Hassan, dan Sekjen PD Hinca Panjaitan dimintai penjelasan terkait acara kampanye oleh SBY.

"Beliau memerintahkan tiga kader utama partainya apakah benar rundown yang beliau terima seperti yang dituliskan. Jadi, Pak SBY mendapat informasi seperti itu awalnya tadi malam, maka beliau mengirimkan surat kepada tiga kader utama untuk meminta penjelasan dan untuk meminta (kampanye) tidak demikian," imbuhnya.

Baca juga: Andi Arief Benarkan SBY Minta Demokrat Beri Saran Prabowo

Sebagai respon atas surat dari SBY tersebut, Ferdinand menyebut pihaknya sudah memberikan rangkaian acara kampanye akbar pada pagi ini yang tidak terpolarisasi atau menyamakan dengan khilafah.

"Kami sudah menjelaskan, menyampaikan rangkaian acara yang terjadi pada pagi hari ini, tidak ada pengidentikan khilafah dengan Prabowo. Justru yang ada orasi dari salah satu ulama kita yaitu Bachtiar Nasir dan ulama-ulama lain, tuduhan khilafah itu tuduhan tolol dan tidak benar," terangnya.

Selain itu, dengan adanya doa bersama dari perwakilan agama lain seperti Budha, Kristen dan Katolik telah menjawab isi surat dari SBY tersebut.

"Jadi informasi yang diterima oleh Pak SBY sudah terjawab sehingga masalah tersebut kita anggap selesai dan clear dengan rangkaian acara yang ada. Bahkan ada pembacaan doa dari Protestan, dari Katolik pada saat acara, yang menunjukkan acara tidak dimonopoli apalagi diidentikkan dengan khilafah," tukasnya.

Terakhir, Ferdinand menegaskan jalannya kampanye akbar pada hari ini telah menjunjung nilai-nilai asli Indonesia seperti yang dipesan oleh SBY melalui surat yang ditulisnya dari Singapura.

"Faktanya, hari ini acaranya berjalannya nasionalis dan toleran kita menunjukkan ber-Pancasila dan ber-Indonesia Raya serta ber-Bhineka Tunggal Ika, jadi apa yang disampaikan oleh Pak SBY sudah dilaksanakan di lapangan semua".(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More