Sabtu 06 April 2019, 21:09 WIB

Inggris Mulai Terbitkan Paspor Tanpa Sampul Bertuliskan Uni Eropa

Tesa Oktiana Surbakti | Internasional
Inggris Mulai Terbitkan Paspor Tanpa Sampul Bertuliskan Uni Eropa

Istimewa
Susan Hindle Barone memposting foto paspor barunya (kiri) dan parpos lama di akun twitternya.

 

PEMERINTAH Inggris mulai menerbitkan paspor tanpa keterangan "Uni Eropa" pada sampul depan. Padahal perceraian Inggris dari Uni Eropa (Brexit) telah ditunda, yang diwarnai dengan ketidakpastian batas waktu.

Kementerian Dalam Negeri Inggris mengonfirmasi sejumlah paspor yang tidak menyertakan referensi terkait Uni Eropa, telah diterbitkan sejak 30 Maret. Akan tetapi, beberapa dokumen perjalanan yang baru dikeluarkan juga masih mencantumkan nama blok, sebagai upaya menghemat anggaran negara.

"Kami masih memanfaatkan sisa stok paspor, dan mengupayakan yang terbaik bagi pembayar pajak. Oleh karena itu, paspor yang menyertakan "Uni Eropa" masih diterbitkan dalam waktu singkat," ujar juru bicara kementerian.

"Tidak ada perbedaan untuk warga negara Inggris yang menggunakan paspor dengan label "Uni Eropa, atau yang tidak menggunakan," imbuhnya seraya menekankan kedua desain berlaku untuk perjalanan ke luar negeri.

Baca juga: Inggris Minta UE Tunda Brexit Hingga 30 Juni

Sebelumnya, Inggris dijadwalkan meninggalkan Uni Eropa pada 29 Maret. Namun, rencana itu ditunda lantaran kekisruhan politik terkait perbedaan pandangan kesepakatan Brexit. Perdana Menteri (PM) Inggris, Theresa May, diminta memperpanjang batas waktu Brexit setidaknya sampai 30 Juni, demi mencegah perceraian tanpa kesepakatan.

Sejauh ini, belum jelas arah 27 anggota negara Uni Eropa, yang semestinya memberikan dukungan dengan suara bulat. Apakah akan mengabulkan permintaan Inggris, atau bersikeras menunda batas waktu lebih lama.

Dokumen paspor Inggris terjebak dalam perpecahan Brexit di negara kerajaan. Tepatnya setelah pemerintah mengumumkan rencana kembali ke desain paspor tradisional berwarna biru, untuk menekankan identitas nasional pada 2017 lalu. Dokumen perjalanan tersebut memiliki sampul berwarna biru tua sejak 1921. Namun pada 1988, Inggris beralih ke warna merah anggur yang sama dengan paspor anggota Uni Eropa lainnya.

Kalangan pro-Brexit mengapresiasi perubahan yang sangat simbolis. Sementara itu, kalangan lainnya yang ingin bertahan di Uni Eropa, mengejek rencana tersebut. Tahun lalu, perusahaan asal Perancis-Belanda, Gemalto, diketahui memenangkan kontrak pembuatan paspor biru berwarna biru. Hal itu memicu kemarahanan karena perusahaan domestik tidak diperhitungkan. Kontrak produksi paspor baru dimulai pada Oktober 2019, dengan desain tanpa referensi ke Uni Eropa.(AFP/OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More