Jumat 05 April 2019, 06:20 WIB

Tarrant Dijerat 50 Dakwaan Pembunuhan

mediaindonesia | Internasional
 Tarrant Dijerat 50 Dakwaan Pembunuhan

(Photo by Mark Mitchell / POOL / AFP)
Brenton Tarrant

 

PRIA Australia yang ditangkap atas pembantaian keji di dua masjid di Selandia baru akan menghadapi sebanyak 50 dakwaan pembunuhan dan 39 dakwaan upaya pembunuhan saat hadir di persidangan hari ini.

Demikian diungkapkan kepolisian Selandia Baru, kemarin. Brenton Tarrant, tersangka supremasi kulit putih, didakwa dengan pasal pembunuhan sehari pascapenyerangan brutal di dua masjid di Christchurch pada 15 Maret 2019. Dia kemudian dijebloskan ke penjara tanpa pembelaan.

Sebanyak 50 orang tewas dan puluhan lainnya terluka akibat aksi brutal Tarrant yang menggunakan senjata semiotomatis. Dia membantai para korban saat mereka sedang menjalankan ibadah salat Jumat.

Saat melakukan aksinya, pelaku berusia 28 tahun itu menyiarkan secara langsung perbuatan kejinya melalui Facebook. Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, menggambarkan pembantaian itu sebagai serangan teroris.

Di lain hal, sejumlah pakar hukum berpendapat bahwa aksi itu dapat berujung pada dakwaan yang mengacu pada undang-undang terorisme Selandia Baru.

Untuk diketahui, Tarrant dijadwalkan hadir di Pengadilan Tinggi Christchurch hari ini pada pukul 10.00 waktu setempat.

Seorang hakim Pengadilan Tinggi dalam risalah pengadilan pekan ini mengatakan bahwa kehadirannya sebagian besar bersifat prosedural. Tarrant juga tidak akan diminta mengajukan pembelaan terhadap dakwaan yang dia hadapi.

"Tujuan utama dari pemanggilan pada 5 April tersebut untuk memastikan posisi terdakwa mengenai perwakilan hukum dan untuk menerima informasi dari entitas Crown terkait langkah-langkah prosedural tertentu dan saat dipertimbangkan langkah-langkah itu akan diselesaikan," kata Hakim Cameron Mander.

Sementara itu, menurut pihak kepolisian, serentetan dakwaan lain saat ini masih dipertimbangkan untuk menjerat Tarrant.

Sebelumnya, pada 29 Maret, warga Selandia Baru telah mengadakan doa bersama nasional untuk mengenang para korban serangan teror Christchurch. 'Negeri Kiwi' berduka atas tragedi yang mengejutkan seluruh penjuru dunia.

Perhelatan itu digelar di wilayah Christchurch pada pukul 10.00 waktu setempat atau dua pekan setelah pelaku berkewarganegaraan Australia itu menembaki umat Islam yang sedang menjalankan ibadah salat Jumat. Sebanyak 50 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka akibat serangan di dua masjid.

"Layanan doa nasional memberikan kesempatan warga Cantabria (penduduk daerah Christchurch), warga Selandia Baru, dan masyarakat global untuk berkumpul bersama. Ini menjadi penghormatan bagi para korban serangan teroris," ujar Perdana Menteri (PM) Selandia Baru, Jacinda Ardern. (Ant/I-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More