Dipastikan Jadi PNS, Hendy Siap Jadi Pelatih

Penulis: Antara Pada: Kamis, 04 Apr 2019, 13:00 WIB Olahraga
Dipastikan Jadi PNS, Hendy Siap Jadi Pelatih

MI/RAMDANI
Hendy (kanan)

ATLET pencak silat Indonesia Hendy mengaku sudah siap menjadi pelatih setelah mendapatkan kepastian diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

"Ending saya cukup bagus. Meraih emas Asian Games 2018. Sudah saatnya saya memberikan kesempatan untuk yang lain," kata peraih medali emas nomor ganda bersama Yolla Primadona saat dikonfirmasi, Kamis (4/4).    

Hendy dan Yolla selama ini menjadi andalan Indonesia pada nomor ganda. Beberapa prestasi sudah mereka raih mulai dari medali SEA Games hingga kejuaraan dunia, bahkan keduanya sering menjadi duta pencak silat Indonesia.    

Jika sudah tidak menjadi atlet, kata Hendy, dirinya akan segera berkecimpung di dunia pelatih. Hanya saja, ia belum menentukan dengan pasti untuk melanjutkan kariernya. Apalagi saat ini baru saja diangkat menjadi CPNS.    

Baca juga: 286 Atlet Jadi CPNS, Menpora: Jadikan Kemenpora Tempat Perjuangan

"Pengennya melatih klub. Tapi sekarang kan udah diangkat jadi CPNS. Saat ini tinggal menunggu penugasan saja. Bisa saja di PPLP atau di Kemenpora," kata Hendy dengan bangga.    

Selama berkarier menjadi atlet pencak silat, selain mendapatkan prestasi, Hendy juga cukup banyak mendapatkan bonus yang salah satunya ketika meraih medali emas saat Asian Games 2018.    

"Bonus Asian Games saya belikan rumah di Tanjung Duren, naikin haji orangtua dan satu lagi, buat nikah," katanya dengen tersenyum.    

Hendy merupakan satu dari 286 atlet berprestasi yang secara resmi diangkat menjadi CPNS.

Untuk tahun pertama, mereka akan ditempatkan di lingkungan Kemenpora Jakarta. Namun, tidak menutup kemungkinan akan ditempatkan di daerah asal masing-masing atlet. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More