Kamis 04 April 2019, 11:30 WIB

Debat Kelima Ditutup dengan Komitmen Damai

Insi Nantika Jelita | Politik dan Hukum
Debat Kelima Ditutup dengan Komitmen Damai

MI/ROMMY PUJIANTO
Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

 

KOMISI Pemilihan Umum bersama dengan tim pemenangan (tim sukses) dari kedua pasangan capres-cawapes telah menyepakati beberapa hal terkait dengan debat kelima. Salah satunya dengan menghadirkan semua ketua umum partai politik ke atas panggung saat debat berakhir.

"Para ketum partai politik pengusung dan pendu-kung capres-cawapres naik ke atas panggung debat, menunjukan komitmen untuk bersama-sama menciptakan Pemilu 2019 yang damai, jujur, dan demokratis," kata Komisioner KPU Wahyu Setiawan di Jakarta, Selasa (2/4).

Ia menjelaskan komitmen damai tersebut bertu-juan untuk menutup kampanye dengan nuansa yang menenteramkan masyarakat menjelang hari H pemungutan suara pada Rabu 17 April. Debat kelima diadakan bertepatan dengan hari terakir masa kampanye rapat umum Pemilu 2019.

"Pada 13 April itu kan hari kampanye terakhir sekaligus debat terakhir, maka disepakati Ketua KPU akan berpidato didampingi Ketua Bawaslu dan Ketua DKPP akan menutup rangkaian perhelatan debat sekaligus menutup tahapan kampanye," jelas Wahyu.

Penyelenggara pemilu, kata dia, akan mengajak masyarakat untuk menenangkan diri dalam memasuki masa tenang sehingga dapat menggunakan hak pilih dengan baik pada hari H. Kemudian, lanjut Wahyu, saat commercial break debat kelima akan diisi dengan lantunan lagu-lagu nasional dan daerah bernada kesejukan serta persatuan dan kesatuan bangsa. Ia memberi contoh lagu yang akan dibawakan ialah Indonesia Pusaka.

"Ada lagu nasional, ada lagu populer, ada lagu daerah. Salah satunya lagu Indonesia Pusaka dan lagu Maumere. Kami mencari lagu yang indah, yang nasionalis untuk membawa suasana persatuan dan kesatuan agar pemilu ini riang gembira untuk semua lapisan masyarakat," tandas Wahyu.

Selanjutnya, imbuh Wahyu, pascainsiden ada pihak yang tertawa saat capres Prabowo membahas pertahanan dalam debat keempat menjadi perhatian KPU dan kedua timses.

Menurutnya, berkaca pada kejadian tersebut, Komite Damai diharapkan berperan penting untuk menyeleksi para undangan yang akan hadir dalam debat kelima yang akan diadakan pada Sabtu (13/4).

"Komite Damai yang terdiri dari KPU, Bawaslu, TKN 01, dan BPN 02 akan melakukan seleksi dalam distribusi undangan. Diharapkan tamu undangan yang hadir ialah mereka yang memang diundang secara resmi," ujarnya.

Adanya seleksi undangan tersebut, sambung Wahyu, untuk tidak mengganggu jalannya debat. Komite Damai bersepakat bahwa apabila masih ada undangan yang bersikap, berlaku, berbicara tidak tertib dan mengganggu jalannya debat, mereka akan bersikap tegas." (Ins/P-2)

Baca Juga

MI/Saskia Anindya

Istana Perketat Protokol Kesehatan bagi Wartawan

👤Andhika Prasetyo 🕔Senin 10 Agustus 2020, 14:20 WIB
Jika tidak ada hal yang sangat mendesak, wartawan diimbau untuk tidak datang ke istana karena semua agenda presiden juga akan disiarkan...
Cahya/Media Indonesia

Pembantu dan Pelindung Joko Tjandra Harus Dihukum

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 10 Agustus 2020, 14:20 WIB
Drama pelarian buronan Joko Tjandra yang menjadi perhatian besar masyarakat dalam dua bulan terakhir merupakan tamparan keras bagi penegak...
MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI

Komnas HAM Minta Transparansi Keterlibatan TNI dalam Terorisme

👤Rifaldi Putra Irianto 🕔Senin 10 Agustus 2020, 14:15 WIB
Komnas HAM meminta presiden untuk transparan dalam pembahasan Peraturan Presiden tentang tugas TNI dalam mengatasi aksi...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya