Senin 01 April 2019, 07:28 WIB

Hari Ini, Jokowi Tengok Korban Banjir Sentani

Antara | Nusantara
Hari Ini, Jokowi Tengok Korban Banjir Sentani

ANTARA/Zabur Karuru
Suasana pengungsi banjir bandang Sentani di salah satu ruangan di Kantor Bupati Jayapura di Sentani, Jayapura, Papua, Kamis (21/3)

 

PRESIDEN Joko Widodo akan menengok korban banjir bandang di Sentani, Jayapura, Papua, Senin (1/4). Presiden juga akan meninjau lokasi bencana tersebut.

Setiba di Bandara, Presiden dan Ibu Negara Iriana Jokowi akan menerima paparan tentang banjir bandang yang melanda Sentani. Presiden dan rombongan kemudian langsung berangkat ke posko pengungsian korban.

"Setelah mendapat laporan, Pak Jokowi dan rombongan langsung mengunjungi para pegungsi yang ada di GOR Towere," kata Danrem 172/PVJ Jayapura Kol Inf Binsar Sianipar di Jayapura, Minggu (31/3).

Usai menengok korban, Presiden dan rombongan akan langsung ke Jayapura untuk bertemu Gubernur, Bupati, dan Wali Kota se-Jayapura. Kepala Negara juga akan bertemu dengan relawan yang membantu korban Sentani selama masa cepat tanggap.

Baca juga: Anak-Anak di Sentani Bersuka Cita Dapat Oleh-Oleh dari Mensos

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise sebelumnya menyantuni korban banjir di Sentani, Papua. Dia memberikan berbagai kebutuhan pokok untuk anak-anak dan perempuan yang menjadi korban banjir tersebut.

“Memberikan bantuan pokok memang penting, namun memastikan agar perempuan dan anak tetap dapat hidup layak, dan tidak mengalami trauma pasca bencana juga tidak kalah penting," kata Yohana di Gedung Olahraga Toware, Toware, Jayapura, Minggu (31/3).

Yohana mengajak anak-anak bernyanyi dan bermain sebagai langkah pemulihan trauma. Dia tidak ingin anak-anak terkena trauma mendalam atas bencana alam yang menimpa Sentani tersebut.

"Kegiatan rehabilitasi psikologis dan pemulihan trauma pascabencana dapat dilakukan dengan mengajak anak untuk bermain, bernyanyi, bercerita, dan berdoa bersama sebab anak harus tetap merasakan senang, aman, dan nyaman walaupun dalam kondisi pasca bencana,” ujar Yohana.

Banjir bandang Sentani terjadi pada 16 Maret 2019 pukul 18.00 WIT hingga 23.30 WIT di Distrik Sentani, Waibu, Sentani Barat, Ravenirara, dan Depapre. Banjir bandang di Kabupaten Jayapura terjadi akibat hujan deras di wilayah Pegunungan Cycloops yang sudah gundul.

Bencana ini menyebabkan 112 orang meninggal dan sekitar 11 ribu orang kehilangan tempat tinggal. Selain banjir bandang, bencana alam itu juga menyebabkan air Danau Sentani meluap.

Pemerintah sudah memberikan santunan kepada para korban tewas yang sudah terindentifikasi. Masing-masing korban mendapatkan dana santunan sebesar Rp15 juta yang diberikan kepada ahli waris. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More