Minggu 31 Maret 2019, 23:00 WIB

18 Kecamatan di Ciamis Rawan Longsor

Kristiadi | Nusantara
18 Kecamatan di Ciamis Rawan Longsor

Kristiadi/MI
Garis polisi dipasang di lokasi longsor di Ciamis, Jawa Barat pada awal 2018.

 

HUJAN deras yang sering kali terjadi di berbagai di wilayah Priangan Timur perlu diwaspadai oleh masyarakat, karena dapat menyebabkan longsor dan banjir.

Banjir dan longsor tersebut menjadi ancaman seperti di Kabupaten Ciamis masuk dalam kategori rawan bencana berada di 18 kecamatan memiliki tingkat kerawanan paling tinggi.

Ketua Tagana Kabupaten Ciamis, Ade Waluya mengatakan bencana longsor dan banjir yang terjadi di Ciamis selama musim hujan sering kali terjadi di 18 kecamatan mengingat kultur tanahnya masil labil.

Kejadian tersebut selama itu, telah merusak beberapa rumah hingga ada dalam kondisi terancam dan sebagian pemilik rumah biasanya meninggalkan rumahnya jika hujan turun secara deras.

Baca juga: Waspadai Longsor di Jalur Wisata Bromo

"Untuk 18 kecamatan rawan bencana longsor dan banjir selama musim hujan terjadi mulai dari Banjarasari, Banjaranyar, Lakbok, Cisaga, Cipaku, Purwadadi, Pamarican, Cidolog, Rancah, Cikoneng, Cihaurbeuti, Panumbangan, Sukamantri, Rajadesa, Tambaksari, Sukadana, Panawangan, dan Sindangkasih," katanya akhir pekan ini.

"Kami mengimbau kepada masyarakat agar lebih meningkatkan kewaspadaan dan saya khawatir, bila hujan deras kembali turun dapat menimbulkan longsor susulan, maka upaya itu dilakukannya dengan menutup longsoran diisi dengan tanah. Sedangkan, berbagai upaya itu tetap dilakukannya dengan menyosialisasikan kepada seluruh masyarakat," ujarnya. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More