Minggu 31 Maret 2019, 09:45 WIB

PM Inggris Ajukan Kesepakatan Brexit Ke-4

A Wahyu Kristianto | Internasional
PM Inggris Ajukan Kesepakatan Brexit Ke-4

AFP/MARK DUFFY/UK PARLIAMENT
PM Inggris Theresa May.

 

PERDANA Menteri Inggris Theresa May dan kabinetnya akan melakukan upaya keempat untuk mengajukan kesepakatan British Exit (Bre­xit) kepada House of Commons. Menurut May, Inggris membutuhkan alternatif lain untuk mencapai kesepakatan Brexit.

Anggota parlemen dari semua pihak akan mendukung opsi lain selama putaran kedua dari ‘suara indikatif’ pada Senin (1/4) mendatang. Pemimpin Partai Buruh Jere­my Corbyn meminta May untuk mengubah perjanjian atau segera mengundurkan diri. Sementara itu, Irlandia Utara juga terus menentang kesepakatan Brexit tersebut.

House of Commons memberikan suara 344-386 terhadap kesepakatan May dan Uni Eropa. Margin kekalahan sebanyak 58 suara lebih kecil daripada sebelumnya, yakni Januari dan Maret.

Pemerintah sejauh ini gagal memenangkan lebih dari 34 penentang Partai Konservatif, termasuk Remainers dan Tory Brexiteers yang mengatakan kesepakatan itu masih membuat Inggris terlalu dekat dengan Eropa. Namun, sumber terdekat mengindikasikan bahwa perdana menteri akan terus mencari dukungan di House of Commons.

“Ini bukan waktu yang cukup untuk menyetujui, membuat undang-undang, dan meratifikasi kesepakatan. Namun, House of Common sudah jelas tidak akan mengizinkan ini tanpa kesepakatan. Jadi, kita harus menyetujui alternatif ke depan,” ujar May.

Tanpa kesepakatan
Setelah pemungutan suara, Presiden Dewan Eropa Donald­ Tusk mengatakan, para pemimpin Uni Eropa akan bertemu pada 10 April untuk membahas Brexit.

“Mengingat penolakan Perjanjian Penarikan oleh House of Commons, saya telah memutuskan untuk memanggil Dewan Eropa pada 10 April,” kata Tusk.

Dengan penolakan ini, Eksekutif Uni Eropa mengatakan bahwa skenario tanpa kesepakatan pada 12 April menjadi skenario yang mungkin.

PM Belanda Mark Rutte mengatakan, salah satu dari dua rute menuju Brexit yang tertib tampaknya ditutup. Ini hanya menyisakan rute lain, yaitu Inggris memperjelas apa yang mereka inginkan sebelum 12 April. “Risiko Brexit tanpa kesepakatan sangat nyata,” ujarnya.

Minggu ini, parlemen Inggris mengadakan serangkaian suara tidak mengikat pada sejumlah rencana Brexit alternatif, dalam upaya untuk melihat apakah mayoritas dapat ditemukan untuk pendekatan baru. Dari delapan rencana pemungutan suara, tidak ada yang memenangkan dukungan mayoritas.

May mengatakan, legislator akan melanjutkan pada Senin untuk mencoba dan melihat apakah ada mayoritas yang stabil untuk versi alternatif tertentu dari hubungan masa depan Inggris dengan UE.

Ia menambahkan, rencana apa pun juga akan meminta anggota parlemen untuk mendukung perjanjian penarikan. (BBC/AFP/AlJazeera/I-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More